๐Ÿ“˜ Zondel Study โ€” Aljabar Linear

Materi Lengkap Minggu 1-16 (Persiapan UTS & UAS) โ€” DIF61102 Universitas Andalas

Referensi: Anton, H. & Rorres, C. (2013). Elementary Linear Algebra: Applications Version, 11th Ed.

Klik tab di bawah untuk memilih materi yang ingin dipelajari

๐Ÿ“Œ Minggu 1: Pengantar & Sistem Persamaan Linear (SPL)

Apa itu Aljabar Linear?

Aljabar Linear adalah cabang matematika yang mempelajari:

  • Persamaan linear (persamaan yang pangkat variabelnya hanya 1)
  • Vektor (besaran yang punya arah dan besar)
  • Matriks (susunan bilangan dalam baris dan kolom)
  • Transformasi linear dan cara menyelesaikannya

Apa itu Sistem Persamaan Linear (SPL)?

SPL adalah kumpulan dari satu atau lebih persamaan linear yang menggunakan variabel yang sama.

\[ \begin{cases} 2x + y = 7 \\ x - y = 2 \end{cases} \]

Solusi SPL adalah nilai variabel yang memenuhi SEMUA persamaan sekaligus.

Untuk contoh di atas, solusinya adalah x = 3 dan y = 1. Coba kita cek:

  • Persamaan 1: 2(3) + 1 = 6 + 1 = 7 โœ“ (benar)
  • Persamaan 2: 3 - 1 = 2 โœ“ (benar)

Jenis-jenis Solusi SPL

JenisDeskripsiContoh Gambar
Konsisten (solusi tunggal)Punya tepat 1 solusiDua garis berpotongan di 1 titik
Konsisten (solusi tak hingga)Punya banyak solusiDua garis berimpit (sama persis)
InkonsistenTidak punya solusi sama sekaliDua garis sejajar (tidak berpotongan)
๐Ÿ’ก Cara mudah mengingat: Dua garis di kertas:
  • Berpotongan di 1 titik โ†’ solusi tunggal
  • Berimpit (menempel) โ†’ solusi tak hingga
  • Sejajar (tidak pernah bertemu) โ†’ tidak punya solusi

Contoh Soal & Pembahasan

Soal 1

Tentukan solusi dari SPL berikut:

\[ \begin{cases} x + 2y = 5 \\ 3x - y = 1 \end{cases} \]

Pembahasan (metode substitusi):

  1. Dari persamaan 1, kita dapatkan: \(x = 5 - 2y\)
  2. Masukkan nilai x ke persamaan 2: \(3(5 - 2y) - y = 1\)
  3. Sederhanakan: \(15 - 6y - y = 1\) โ†’ \(15 - 7y = 1\)
  4. \(-7y = 1 - 15 = -14\), sehingga \(y = 2\)
  5. \(x = 5 - 2(2) = 5 - 4 = 1\)
โœ… Jawaban: x = 1, y = 2 Cek: 1 + 2(2) = 5 โœ“, 3(1) - 2 = 1 โœ“

Soal 2

Tentukan apakah SPL berikut punya solusi atau tidak:

\[ \begin{cases} x + y = 3 \\ 2x + 2y = 7 \end{cases} \]

Pembahasan:

Jika persamaan 1 dikalikan 2, kita dapatkan: \(2x + 2y = 6\)

Tapi persamaan 2 menyatakan: \(2x + 2y = 7\)

Ini kontradiksi! \(2x + 2y\) tidak mungkin sama dengan 6 sekaligus 7.

โŒ Jawaban: Inkonsisten (tidak punya solusi)

Soal 3

Tentukan solusi dari SPL berikut:

\[ \begin{cases} x - y = 1 \\ 2x - 2y = 2 \end{cases} \]

Pembahasan:

Perhatikan bahwa persamaan 2 = 2 ร— persamaan 1. Jadi kedua persamaan sebenarnya sama.

Artinya, berapa pun nilai x dan y selama memenuhi \(x - y = 1\), dia pasti juga memenuhi persamaan 2.

Contoh solusinya: (1,0), (2,1), (3,2), (4,3), dst.

โš ๏ธ Jawaban: Solusi tak hingga \(x = 1 + y\), dengan y bebas (bisa nilai apa saja)

๐Ÿ“Œ Minggu 2: Matriks & Eliminasi Gauss

Mengubah SPL menjadi Bentuk Matriks

Setiap SPL bisa ditulis dalam bentuk AX = B, di mana:

  • A = matriks koefisien (angka di depan variabel)
  • X = matriks variabel (x, y, z, dst)
  • B = matriks konstanta (angka di sebelah kanan)

Contoh:

\[ \begin{cases} 2x + y = 7 \\ x - y = 2 \end{cases} \quad \rightarrow \quad \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 1 & -1 \end{bmatrix} \begin{bmatrix} x \\ y \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 7 \\ 2 \end{bmatrix} \]

Matriks Diperbesar (Augmented Matrix)

Gabungan matriks A dan B dalam satu matriks, dipisahkan garis:

\[ \begin{bmatrix} 2 & 1 & | & 7 \\ 1 & -1 & | & 2 \end{bmatrix} \]

Metode Eliminasi Gauss

Langkah-langkahnya:

  1. Tulis SPL dalam bentuk matriks diperbesar
  2. Gunakan operasi baris untuk mengubah matriks menjadi bentuk segitiga (eselon baris)
  3. Selesaikan dari baris paling bawah ke atas (substitusi balik)

Contoh Soal & Pembahasan

Soal 1

Selesaikan SPL berikut dengan metode eliminasi Gauss:

\[ \begin{cases} x + y + z = 6 \\ 2x - y + z = 3 \\ x + 2y - z = 2 \end{cases} \]

Langkah 1: Tulis matriks diperbesar

\[ \begin{bmatrix} 1 & 1 & 1 & | & 6 \\ 2 & -1 & 1 & | & 3 \\ 1 & 2 & -1 & | & 2 \end{bmatrix} \]

Langkah 2: Hilangkan x di baris 2 dan 3

  • Baris 2 = Baris 2 - 2 ร— Baris 1 โ†’ [0, -3, -1 | -9]
  • Baris 3 = Baris 3 - 1 ร— Baris 1 โ†’ [0, 1, -2 | -4]
\[ \begin{bmatrix} 1 & 1 & 1 & | & 6 \\ 0 & -3 & -1 & | & -9 \\ 0 & 1 & -2 & | & -4 \end{bmatrix} \]

Langkah 3: Hilangkan y di baris 3

Baris 3 = Baris 3 + (1/3) ร— Baris 2 โ†’ [0, 0, -7/3 | -7]

\[ \begin{bmatrix} 1 & 1 & 1 & | & 6 \\ 0 & -3 & -1 & | & -9 \\ 0 & 0 & -7/3 & | & -7 \end{bmatrix} \]

Langkah 4: Substitusi balik (dari bawah ke atas)

  • Baris 3: \(-\frac{7}{3}z = -7\) โ†’ \(z = 3\)
  • Baris 2: \(-3y - 3 = -9\) โ†’ \(-3y = -6\) โ†’ \(y = 2\)
  • Baris 1: \(x + 2 + 3 = 6\) โ†’ \(x = 1\)
โœ… Jawaban: x = 1, y = 2, z = 3

Soal 2

Selesaikan SPL berikut:

\[ \begin{cases} x + 2y = 3 \\ 2x + 4y = 6 \\ x - y = 0 \end{cases} \]

Pembahasan:

\[ \begin{bmatrix} 1 & 2 & | & 3 \\ 2 & 4 & | & 6 \\ 1 & -1 & | & 0 \end{bmatrix} \]
  • Baris 2 = Baris 2 - 2 ร— Baris 1 โ†’ [0, 0 | 0]
  • Baris 3 = Baris 3 - 1 ร— Baris 1 โ†’ [0, -3 | -3]
\[ \begin{bmatrix} 1 & 2 & | & 3 \\ 0 & 0 & | & 0 \\ 0 & -3 & | & -3 \end{bmatrix} \]

Dari baris 3: \(-3y = -3\) โ†’ \(y = 1\)

Dari baris 1: \(x + 2(1) = 3\) โ†’ \(x = 1\)

Baris 2: 0 = 0 (selalu benar, jadi tidak masalah)

โœ… Jawaban: x = 1, y = 1

Soal 3

Apakah SPL berikut punya solusi?

\[ \begin{cases} x + 2y - z = 1 \\ 2x + 4y - 2z = 5 \end{cases} \]

Pembahasan:

Perhatikan: 2 ร— (persamaan 1) = \(2x + 4y - 2z = 2\)

Tapi persamaan 2 menyatakan \(2x + 4y - 2z = 5\)

Kontradiksi! Tidak mungkin sama dengan 2 dan 5 sekaligus.

โŒ Jawaban: Inkonsisten (tidak punya solusi)

๐Ÿ“Œ Minggu 3: Operasi Baris Elementer (OBE)

Apa itu OBE?

OBE (Operasi Baris Elementer) adalah 3 cara yang boleh dilakukan pada baris-baris matriks untuk menyelesaikan SPL:

OperasiNotasiContoh
1. Pertukaran baris\(R_i \leftrightarrow R_j\)Tukar baris 1 dan baris 2
2. Kalikan baris dengan angka (bukan nol)\(R_i \rightarrow k \cdot R_i\)Gandakan baris 1 (k = 2)
3. Tambahkan kelipatan baris lain\(R_i \rightarrow R_i + k \cdot R_j\)Baris 2 = Baris 2 - 2 ร— Baris 1
โš ๏ธ Penting! Operasi baris ini hanya mengubah penampilan matriks, tapi TIDAK mengubah solusi SPL-nya.

Bentuk Eselon Baris

Setelah melakukan OBE, kita ingin mendapatkan bentuk yang rapi:

  • Semua baris yang isinya nol semua, diletakkan di bawah
  • Angka pertama yang bukan nol di setiap baris (disebut pivot) harus berada di kolom yang lebih kanan dari baris di atasnya

Contoh bentuk eselon baris:

\[ \begin{bmatrix} 1 & 2 & 3 \\ 0 & 1 & 4 \\ 0 & 0 & 1 \end{bmatrix} \]

Bentuk Eselon Baris Tereduksi (RREF)

Bentuk paling rapi, di mana:

  • Semua pivot bernilai 1
  • Di atas dan di bawah pivot semuanya 0
\[ \begin{bmatrix} 1 & 0 & 0 \\ 0 & 1 & 0 \\ 0 & 0 & 1 \end{bmatrix} \]

Kalau sudah bentuk ini, solusinya langsung bisa dibaca!

Contoh Soal & Pembahasan

Soal 1

Selesaikan dengan metode Gauss-Jordan:

\[ \begin{cases} 2x + y = 7 \\ x - y = 2 \end{cases} \]

Langkah 1: Tulis matriks diperbesar

\[ \begin{bmatrix} 2 & 1 & | & 7 \\ 1 & -1 & | & 2 \end{bmatrix} \]

Langkah 2: Buat pivot baris 1 menjadi 1 (bagi baris 1 dengan 2)

\[ \begin{bmatrix} 1 & 0.5 & | & 3.5 \\ 1 & -1 & | & 2 \end{bmatrix} \]

Langkah 3: Hilangkan x di baris 2 (Baris 2 - Baris 1)

\[ \begin{bmatrix} 1 & 0.5 & | & 3.5 \\ 0 & -1.5 & | & -1.5 \end{bmatrix} \]

Langkah 4: Buat pivot baris 2 menjadi 1 (bagi baris 2 dengan -1.5)

\[ \begin{bmatrix} 1 & 0.5 & | & 3.5 \\ 0 & 1 & | & 1 \end{bmatrix} \]

Langkah 5: Hilangkan y di baris 1 (Baris 1 - 0.5 ร— Baris 2)

\[ \begin{bmatrix} 1 & 0 & | & 3 \\ 0 & 1 & | & 1 \end{bmatrix} \]
โœ… Jawaban: x = 3, y = 1 Langsung terbaca dari matriks akhir!

Soal 2

Selesaikan SPL berikut:

\[ \begin{cases} x + y + z = 6 \\ 2y + 5z = -4 \\ 2x + 5y - z = 27 \end{cases} \]

Langkah 1: Matriks diperbesar

\[ \begin{bmatrix} 1 & 1 & 1 & | & 6 \\ 0 & 2 & 5 & | & -4 \\ 2 & 5 & -1 & | & 27 \end{bmatrix} \]

Langkah 2: Baris 3 = Baris 3 - 2 ร— Baris 1

\[ \begin{bmatrix} 1 & 1 & 1 & | & 6 \\ 0 & 2 & 5 & | & -4 \\ 0 & 3 & -3 & | & 15 \end{bmatrix} \]

Langkah 3: Baris 2 รท 2

\[ \begin{bmatrix} 1 & 1 & 1 & | & 6 \\ 0 & 1 & 2.5 & | & -2 \\ 0 & 3 & -3 & | & 15 \end{bmatrix} \]

Langkah 4: Baris 3 = Baris 3 - 3 ร— Baris 2

\[ \begin{bmatrix} 1 & 1 & 1 & | & 6 \\ 0 & 1 & 2.5 & | & -2 \\ 0 & 0 & -10.5 & | & 21 \end{bmatrix} \]

Langkah 5: Substitusi balik

  • Baris 3: \(-10.5z = 21\) โ†’ \(z = -2\)
  • Baris 2: \(y + 2.5(-2) = -2\) โ†’ \(y - 5 = -2\) โ†’ \(y = 3\)
  • Baris 1: \(x + 3 + (-2) = 6\) โ†’ \(x = 5\)
โœ… Jawaban: x = 5, y = 3, z = -2

Soal 3 (contoh solusi tak hingga)

Tentukan solusi SPL:

\[ \begin{cases} x + 2y - 3z = -4 \\ 2x + y - 3z = 4 \end{cases} \]

Pembahasan:

\[ \begin{bmatrix} 1 & 2 & -3 & | & -4 \\ 2 & 1 & -3 & | & 4 \end{bmatrix} \]

Baris 2 = Baris 2 - 2 ร— Baris 1:

\[ \begin{bmatrix} 1 & 2 & -3 & | & -4 \\ 0 & -3 & 3 & | & 12 \end{bmatrix} \]

Baris 2 รท -3:

\[ \begin{bmatrix} 1 & 2 & -3 & | & -4 \\ 0 & 1 & -1 & | & -4 \end{bmatrix} \]

Baris 1 = Baris 1 - 2 ร— Baris 2:

\[ \begin{bmatrix} 1 & 0 & -1 & | & 4 \\ 0 & 1 & -1 & | & -4 \end{bmatrix} \]

Dari matriks ini kita dapatkan:

  • \(x - z = 4\) โ†’ \(x = 4 + z\)
  • \(y - z = -4\) โ†’ \(y = -4 + z\)

Karena z bisa bernilai apa saja, kita misalkan \(z = t\):

โš ๏ธ Jawaban: Solusi tak hingga (parametrik) \(x = 4 + t\), \(y = -4 + t\), \(z = t\) (t = bilangan bebas)

Ini adalah contoh solusi parametrik โ€” akan dijelaskan lebih detail di tab PARAMETRIK!

๐Ÿ“Œ Minggu 4: Aljabar Matriks โ€” Operasi Matriks

Apa itu Matriks?

Matriks adalah susunan bilangan dalam baris dan kolom.

\[ A = \begin{bmatrix} a_{11} & a_{12} & a_{13} \\ a_{21} & a_{22} & a_{23} \end{bmatrix} \]
  • Ordo/ukuran: m ร— n (m = jumlah baris, n = jumlah kolom)
  • aโ‚โ‚ = elemen pada baris 1, kolom 1
  • Matriks persegi: jumlah baris = jumlah kolom

Operasi Matriks

1. Penjumlahan & Pengurangan

Hanya bisa jika ukurannya sama. Jumlahkan elemen yang seletak.

\[ \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ 5 & 6 \end{bmatrix} + \begin{bmatrix} 3 & 4 \\ 7 & 8 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 4 & 6 \\ 12 & 14 \end{bmatrix} \]

2. Perkalian dengan Angka (Skalar)

Kalikan setiap elemen dengan angka tersebut.

\[ 2 \times \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ 3 & 4 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 2 & 4 \\ 6 & 8 \end{bmatrix} \]

3. Perkalian Matriks

โš ๏ธ Syarat penting! Jumlah kolom matriks A harus sama dengan jumlah baris matriks B.

Rumus: Elemen baris i kolom j = jumlah dari (elemen baris i A ร— elemen kolom j B)

\[ (AB)_{ij} = \sum_{k} a_{ik} \cdot b_{kj} \]

Contoh:

\[ A = \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ 3 & 4 \end{bmatrix}, \quad B = \begin{bmatrix} 5 & 6 \\ 7 & 8 \end{bmatrix} \] \[ AB = \begin{bmatrix} 1 \cdot 5 + 2 \cdot 7 & 1 \cdot 6 + 2 \cdot 8 \\ 3 \cdot 5 + 4 \cdot 7 & 3 \cdot 6 + 4 \cdot 8 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 19 & 22 \\ 43 & 50 \end{bmatrix} \]
๐Ÿšจ PENTING! Perkalian matriks TIDAK komutatif: AB โ‰  BA. Urutan perkalian sangat penting!

4. Transpos Matriks (Aแต€)

Membalik matriks: baris jadi kolom, kolom jadi baris.

\[ A = \begin{bmatrix} 1 & 2 & 3 \\ 4 & 5 & 6 \end{bmatrix}, \quad A^T = \begin{bmatrix} 1 & 4 \\ 2 & 5 \\ 3 & 6 \end{bmatrix} \]

Contoh Soal & Pembahasan

Soal 1

Diketahui \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 0 & 3 \end{bmatrix}\) dan \(B = \begin{bmatrix} 3 & 4 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\). Hitung A+B, A-B, 2A, dan AB.

  • A + B = \(\begin{bmatrix} 5 & 5 \\ 1 & 5 \end{bmatrix}\)
  • A - B = \(\begin{bmatrix} -1 & -3 \\ -1 & 1 \end{bmatrix}\)
  • 2A = \(\begin{bmatrix} 4 & 2 \\ 0 & 6 \end{bmatrix}\)
  • AB = \(\begin{bmatrix} 2 \cdot 3 + 1 \cdot 1 & 2 \cdot 4 + 1 \cdot 2 \\ 0 \cdot 3 + 3 \cdot 1 & 0 \cdot 4 + 3 \cdot 2 \end{bmatrix}\) = \(\begin{bmatrix} 7 & 10 \\ 3 & 6 \end{bmatrix}\)

Soal 2

Diketahui \(A = \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ 3 & 4 \end{bmatrix}\) (2ร—2) dan \(B = \begin{bmatrix} 2 & 0 & 1 \\ 1 & 3 & 0 \end{bmatrix}\) (2ร—3). Hitung AB.

Karena A berordo 2ร—2 dan B berordo 2ร—3, hasilnya AB berordo 2ร—3.

\[ AB = \begin{bmatrix} 1 \cdot 2 + 2 \cdot 1 & 1 \cdot 0 + 2 \cdot 3 & 1 \cdot 1 + 2 \cdot 0 \\ 3 \cdot 2 + 4 \cdot 1 & 3 \cdot 0 + 4 \cdot 3 & 3 \cdot 1 + 4 \cdot 0 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 4 & 6 & 1 \\ 10 & 12 & 3 \end{bmatrix} \]

Soal 3

Tentukan transpos dari \(A = \begin{bmatrix} 1 & 3 & 5 \\ 2 & 4 & 6 \end{bmatrix}\).

\[ A^T = \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ 3 & 4 \\ 5 & 6 \end{bmatrix} \]

Soal 4

Jika \(A = \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ 3 & 4 \end{bmatrix}\) dan \(B = \begin{bmatrix} 3 & 4 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\), hitung AB dan BA. Apakah sama?

AB = \(\begin{bmatrix} 1 \cdot 3 + 2 \cdot 1 & 1 \cdot 4 + 2 \cdot 2 \\ 3 \cdot 3 + 4 \cdot 1 & 3 \cdot 4 + 4 \cdot 2 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 5 & 8 \\ 13 & 20 \end{bmatrix}\)

BA = \(\begin{bmatrix} 3 \cdot 1 + 4 \cdot 3 & 3 \cdot 2 + 4 \cdot 4 \\ 1 \cdot 1 + 2 \cdot 3 & 1 \cdot 2 + 2 \cdot 4 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 15 & 22 \\ 7 & 10 \end{bmatrix}\)

๐Ÿšจ AB โ‰  BA! Ini membuktikan bahwa perkalian matriks tidak komutatif.

๐Ÿ“Œ Minggu 5: Invers Matriks

Apa itu Invers Matriks?

Invers matriks A (ditulis Aโปยน) adalah matriks yang jika dikalikan dengan A, hasilnya adalah matriks identitas (I):

\[ A \cdot A^{-1} = A^{-1} \cdot A = I \]

Matriks identitas adalah matriks yang diagonal utamanya 1 dan sisanya 0:

\[ I_2 = \begin{bmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 1 \end{bmatrix}, \quad I_3 = \begin{bmatrix} 1 & 0 & 0 \\ 0 & 1 & 0 \\ 0 & 0 & 1 \end{bmatrix} \]

Sifat-sifat Invers

  • \((A^{-1})^{-1} = A\) (invers dari invers = matriks aslinya)
  • \((AB)^{-1} = B^{-1} \cdot A^{-1}\) (urutan dibalik!)
  • \((A^T)^{-1} = (A^{-1})^T\)
  • Matriks yang tidak punya invers disebut singular (determinannya = 0)

Rumus Invers Matriks 2ร—2

Untuk matriks \(A = \begin{bmatrix} a & b \\ c & d \end{bmatrix}\):

\[ A^{-1} = \frac{1}{\det(A)} \begin{bmatrix} d & -b \\ -c & a \end{bmatrix} \] \[ \det(A) = ad - bc \]
๐Ÿšจ Syarat wajib! Matriks punya invers HANYA jika \(\det(A) \neq 0\). Kalau det = 0, matriks tidak punya invers (singular).

Cara Mudah Mengingat Rumus Invers 2ร—2

  1. Hitung determinan: (atas kiri ร— bawah kanan) - (atas kanan ร— bawah kiri)
  2. Tukar posisi a dan d (diagonal utama)
  3. Beri tanda minus pada b dan c (diagonal kedua)
  4. Bagi semuanya dengan determinan

Contoh Soal & Pembahasan

Soal 1

Tentukan invers dari \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 5 & 3 \end{bmatrix}\).

Langkah 1: Hitung determinan

\(\det(A) = (2)(3) - (1)(5) = 6 - 5 = 1\)

Langkah 2: Tukar diagonal utama, beri minus pada diagonal kedua

\[ \begin{bmatrix} 3 & -1 \\ -5 & 2 \end{bmatrix} \]

Langkah 3: Bagi dengan determinan

\[ A^{-1} = \frac{1}{1} \begin{bmatrix} 3 & -1 \\ -5 & 2 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 3 & -1 \\ -5 & 2 \end{bmatrix} \]

Verifikasi: A ร— Aโปยน harus = I

\[ \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 5 & 3 \end{bmatrix} \times \begin{bmatrix} 3 & -1 \\ -5 & 2 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 1 \end{bmatrix} โœ“ \]

Soal 2

Tentukan invers dari \(A = \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ 3 & 4 \end{bmatrix}\).

\(\det(A) = (1)(4) - (2)(3) = 4 - 6 = -2\)

\[ A^{-1} = \frac{1}{-2} \begin{bmatrix} 4 & -2 \\ -3 & 1 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} -2 & 1 \\ 1.5 & -0.5 \end{bmatrix} \]

Soal 3

Apakah matriks \(A = \begin{bmatrix} 2 & 4 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\) punya invers?

\(\det(A) = (2)(2) - (4)(1) = 4 - 4 = 0\)

โŒ Tidak punya invers! Karena det(A) = 0, matriks ini singular dan tidak punya invers.

Soal 4 (Aplikasi: menyelesaikan SPL dengan invers)

Selesaikan SPL menggunakan invers matriks:

\[ \begin{cases} 2x + y = 7 \\ 5x + 3y = 20 \end{cases} \]

Langkah 1: Tulis dalam bentuk AX = B

\[ \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 5 & 3 \end{bmatrix} \begin{bmatrix} x \\ y \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 7 \\ 20 \end{bmatrix} \]

Langkah 2: Gunakan rumus X = Aโปยน ยท B

Dari soal 1, kita sudah tahu \(A^{-1} = \begin{bmatrix} 3 & -1 \\ -5 & 2 \end{bmatrix}\)

\[ \begin{bmatrix} x \\ y \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 3 & -1 \\ -5 & 2 \end{bmatrix} \begin{bmatrix} 7 \\ 20 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 21 - 20 \\ -35 + 40 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 1 \\ 5 \end{bmatrix} \]
โœ… Jawaban: x = 1, y = 5

๐Ÿ“Œ Minggu 6: Determinan

Apa itu Determinan?

Determinan adalah bilangan khusus yang dihitung dari matriks persegi. Disimbolkan \(\det(A)\) atau |A|.

Determinan sangat berguna untuk:

  • Menentukan apakah matriks punya invers (det โ‰  0)
  • Menentukan apakah SPL punya solusi tunggal
  • Menghitung luas/volume dalam geometri

Determinan Matriks 2ร—2

\[ \det \begin{bmatrix} a & b \\ c & d \end{bmatrix} = ad - bc \]

Cara mengingat: (atas kiri ร— bawah kanan) MINUS (atas kanan ร— bawah kiri)

Determinan Matriks 3ร—3 (Metode Sarrus)

Untuk matriks 3ร—3, ada cara cepat yang disebut metode Sarrus:

\[ \det \begin{bmatrix} a & b & c \\ d & e & f \\ g & h & i \end{bmatrix} = aei + bfg + cdh - ceg - bdi - afh \]

Cara mudah melakukan Sarrus:

  1. Tulis ulang kolom 1 dan 2 di sebelah kanan matriks
  2. Jumlahkan hasil kali 3 diagonal ke kanan-bawah (โ†˜)
  3. Kurangkan hasil kali 3 diagonal ke kiri-bawah (โ†™)
\[ \begin{vmatrix} a & b & c & | & a & b \\ d & e & f & | & d & e \\ g & h & i & | & g & h \end{vmatrix} \]

โ†˜ : aei + bfg + cdh     โ†™ : ceg + bdi + afh
det = (aei + bfg + cdh) - (ceg + bdi + afh)

Sifat-sifat Determinan

Jika...Maka...
Satu baris semuanya 0det = 0
Dua baris sama atau sebandingdet = 0
Dua baris ditukarTanda det berubah (positif jadi negatif, dst)
Matriks di-transposdet(Aแต€) = det(A)
Dua matriks dikalikandet(AB) = det(A) ร— det(B)
Mencari det inversdet(Aโปยน) = 1 / det(A)
det = 0Matriks singular (tidak punya invers)

Contoh Soal & Pembahasan

Soal 1

Hitung determinan dari \(A = \begin{bmatrix} 3 & 4 \\ 2 & 5 \end{bmatrix}\).

\(\det(A) = (3)(5) - (4)(2) = 15 - 8 = \textbf{7}\)

Soal 2

Hitung determinan dari \(A = \begin{bmatrix} 1 & 2 & 3 \\ 4 & 5 & 6 \\ 7 & 8 & 9 \end{bmatrix}\).

Metode Sarrus:

\[ \begin{vmatrix} 1 & 2 & 3 & | & 1 & 2 \\ 4 & 5 & 6 & | & 4 & 5 \\ 7 & 8 & 9 & | & 7 & 8 \end{vmatrix} \]

Diagonal โ†˜: \(1 \cdot 5 \cdot 9 + 2 \cdot 6 \cdot 7 + 3 \cdot 4 \cdot 8 = 45 + 84 + 96 = 225\)

Diagonal โ†™: \(3 \cdot 5 \cdot 7 + 1 \cdot 6 \cdot 8 + 2 \cdot 4 \cdot 9 = 105 + 48 + 72 = 225\)

\(\det = 225 - 225 = \textbf{0}\)

โš ๏ธ det = 0 Artinya matriks ini singular (tidak punya invers).

Soal 3

Hitung determinan dari \(A = \begin{bmatrix} 1 & 2 & 3 \\ 0 & 1 & 4 \\ 5 & 6 & 0 \end{bmatrix}\).

Metode Sarrus:

\[ \begin{vmatrix} 1 & 2 & 3 & | & 1 & 2 \\ 0 & 1 & 4 & | & 0 & 1 \\ 5 & 6 & 0 & | & 5 & 6 \end{vmatrix} \]

Diagonal โ†˜: \(1 \cdot 1 \cdot 0 + 2 \cdot 4 \cdot 5 + 3 \cdot 0 \cdot 6 = 0 + 40 + 0 = 40\)

Diagonal โ†™: \(3 \cdot 1 \cdot 5 + 1 \cdot 4 \cdot 6 + 2 \cdot 0 \cdot 0 = 15 + 24 + 0 = 39\)

\(\det = 40 - 39 = \textbf{1}\)

Soal 4

Diketahui \(\det(A) = 3\) dan \(\det(B) = 4\) (keduanya matriks 2ร—2). Hitung \(\det(AB)\) dan \(\det(A^{-1})\).

  • \(\det(AB) = \det(A) \times \det(B) = 3 \times 4 = \textbf{12}\)
  • \(\det(A^{-1}) = \frac{1}{\det(A)} = \frac{1}{3}\)

Soal 5

Tentukan nilai x agar matriks \(A = \begin{bmatrix} x & 2 \\ 6 & 3 \end{bmatrix}\) menjadi singular.

Matriks singular jika det = 0:

\(\det(A) = 3x - 12 = 0\)

\(3x = 12\)

\(x = \textbf{4}\)

๐Ÿ“Œ Minggu 7: Review Materi & Soal Latihan UTS

Ringkasan Rumus Penting

TopikRumus
Determinan 2ร—2\(ad - bc\)
Invers 2ร—2\(\frac{1}{ad-bc} \begin{bmatrix} d & -b \\ -c & a \end{bmatrix}\)
Determinan 3ร—3Metode Sarrus
Perkalian matriks\((AB)_{ij} = \sum a_{ik} \cdot b_{kj}\)
SPL via invers\(X = A^{-1} \cdot B\)
Solusi SPLTunggal, tak hingga, atau tidak ada

Soal Latihan Gabungan

Soal 1

Selesaikan SPL berikut:

\[ \begin{cases} x + 2y + z = 4 \\ 2x + y + 2z = 5 \\ x + y + z = 3 \end{cases} \]

Pembahasan:

\[ \begin{bmatrix} 1 & 2 & 1 & | & 4 \\ 2 & 1 & 2 & | & 5 \\ 1 & 1 & 1 & | & 3 \end{bmatrix} \]
  • Baris 2 = Baris 2 - 2 ร— Baris 1 โ†’ [0, -3, 0 | -3]
  • Baris 3 = Baris 3 - 1 ร— Baris 1 โ†’ [0, -1, 0 | -1]
\[ \begin{bmatrix} 1 & 2 & 1 & | & 4 \\ 0 & -3 & 0 & | & -3 \\ 0 & -1 & 0 & | & -1 \end{bmatrix} \]
  • Baris 2 รท -3 โ†’ [0, 1, 0 | 1]
  • Baris 3 = Baris 3 + Baris 2 โ†’ [0, 0, 0 | 0]
  • Baris 1 = Baris 1 - 2 ร— Baris 2 โ†’ [1, 0, 1 | 2]
\[ \begin{bmatrix} 1 & 0 & 1 & | & 2 \\ 0 & 1 & 0 & | & 1 \\ 0 & 0 & 0 & | & 0 \end{bmatrix} \]

Dari matriks: \(y = 1\), dan \(x + z = 2\) โ†’ \(x = 2 - z\)

Karena z bebas, misalkan \(z = t\):

โš ๏ธ Jawaban: Solusi tak hingga (parametrik) \(x = 2 - t\), \(y = 1\), \(z = t\)

Soal 2

Hitung AB jika \(A = \begin{bmatrix} 1 & 0 & 2 \\ 3 & 1 & 1 \end{bmatrix}\) dan \(B = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 0 & 1 \\ 1 & 0 \end{bmatrix}\).

A (2ร—3) ร— B (3ร—2) = AB (2ร—2)

\[ AB = \begin{bmatrix} 1 \cdot 2 + 0 \cdot 0 + 2 \cdot 1 & 1 \cdot 1 + 0 \cdot 1 + 2 \cdot 0 \\ 3 \cdot 2 + 1 \cdot 0 + 1 \cdot 1 & 3 \cdot 1 + 1 \cdot 1 + 1 \cdot 0 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 4 & 1 \\ 7 & 4 \end{bmatrix} \]

Soal 3

Tentukan invers dari \(A = \begin{bmatrix} 3 & 1 \\ 5 & 2 \end{bmatrix}\).

\(\det(A) = (3)(2) - (1)(5) = 6 - 5 = 1\)

\[ A^{-1} = \frac{1}{1} \begin{bmatrix} 2 & -1 \\ -5 & 3 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 2 & -1 \\ -5 & 3 \end{bmatrix} \]

Soal 4

Hitung determinan dari \(A = \begin{bmatrix} 2 & 0 & 1 \\ 1 & 3 & 2 \\ 0 & 1 & 1 \end{bmatrix}\).

Metode Sarrus:

\[ \begin{vmatrix} 2 & 0 & 1 & | & 2 & 0 \\ 1 & 3 & 2 & | & 1 & 3 \\ 0 & 1 & 1 & | & 0 & 1 \end{vmatrix} \]

Diagonal โ†˜: \(2 \cdot 3 \cdot 1 + 0 \cdot 2 \cdot 0 + 1 \cdot 1 \cdot 1 = 6 + 0 + 1 = 7\)

Diagonal โ†™: \(1 \cdot 3 \cdot 0 + 2 \cdot 2 \cdot 1 + 0 \cdot 1 \cdot 2 = 0 + 4 + 0 = 4\)

\(\det = 7 - 4 = \textbf{3}\)

๐ŸŽฏ Soal Latihan UTS Bonus

Bonus Soal 1

Selesaikan SPL: \(\begin{cases} 3x + 2y = 8 \\ x - y = 1 \end{cases}\)

Dari persamaan 2: \(x = 1 + y\)

Substitusi: \(3(1+y) + 2y = 8\) โ†’ \(3 + 3y + 2y = 8\) โ†’ \(5y = 5\) โ†’ \(y = 1\)

\(x = 1 + 1 = 2\)

โœ… Jawaban: x = 2, y = 1

Bonus Soal 2

Jika \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 0 & 3 \end{bmatrix}\) dan \(B = \begin{bmatrix} 1 & 3 \\ 2 & 1 \end{bmatrix}\), hitung \((A+B)^2\).

\(A + B = \begin{bmatrix} 3 & 4 \\ 2 & 4 \end{bmatrix}\)

\[ (A+B)^2 = \begin{bmatrix} 3 & 4 \\ 2 & 4 \end{bmatrix} \begin{bmatrix} 3 & 4 \\ 2 & 4 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 3 \cdot 3 + 4 \cdot 2 & 3 \cdot 4 + 4 \cdot 4 \\ 2 \cdot 3 + 4 \cdot 2 & 2 \cdot 4 + 4 \cdot 4 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 17 & 28 \\ 14 & 24 \end{bmatrix} \]

Bonus Soal 3

Tentukan invers dari \(A = \begin{bmatrix} 4 & 7 \\ 2 & 4 \end{bmatrix}\).

\(\det(A) = (4)(4) - (7)(2) = 16 - 14 = 2\)

\[ A^{-1} = \frac{1}{2} \begin{bmatrix} 4 & -7 \\ -2 & 4 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 2 & -3.5 \\ -1 & 2 \end{bmatrix} \]

Bonus Soal 4

Hitung determinan dari \(A = \begin{bmatrix} 1 & 2 & 3 \\ 4 & 5 & 6 \\ 7 & 8 & 10 \end{bmatrix}\).

Metode Sarrus:

\[ \begin{vmatrix} 1 & 2 & 3 & | & 1 & 2 \\ 4 & 5 & 6 & | & 4 & 5 \\ 7 & 8 & 10 & | & 7 & 8 \end{vmatrix} \]

Diagonal โ†˜: \(1 \cdot 5 \cdot 10 + 2 \cdot 6 \cdot 7 + 3 \cdot 4 \cdot 8 = 50 + 84 + 96 = 230\)

Diagonal โ†™: \(3 \cdot 5 \cdot 7 + 1 \cdot 6 \cdot 8 + 2 \cdot 4 \cdot 10 = 105 + 48 + 80 = 233\)

\(\det = 230 - 233 = \textbf{-3}\)

๐Ÿ† Tips Sukses UTS
  • Latihan soal sebanyak mungkin โ€” Aljabar Linear dikuasai dengan menulis, bukan menonton
  • Hafal rumus dasar: det 2ร—2, invers 2ร—2, Sarrus
  • Selalu verifikasi jawaban dengan substitusi balik
  • Baca soal dengan teliti, tentukan metode yang tepat

โญ Penjelasan Khusus: Solusi Parametrik pada SPL

๐Ÿ’ก Ini yang Anda tanyakan! Parametrik pada SPL adalah cara menuliskan solusi ketika SPL punya solusi tak hingga โ€” jawabannya memakai huruf t atau s sebagai pengganti angka bebas.

Kapan SPL punya solusi tak hingga?

SPL punya solusi tak hingga ketika jumlah variabel lebih banyak daripada jumlah persamaan yang "berbeda".

Contoh sederhana:

\[ x + y = 3 \]

Hanya ada 1 persamaan tapi 2 variabel (x dan y). Berapa pun nilai x, kita selalu bisa mencari y yang cocok:

  • x = 0 โ†’ y = 3
  • x = 1 โ†’ y = 2
  • x = 5 โ†’ y = -2
  • x = -10 โ†’ y = 13

Jawabannya tak terhingga banyaknya!

Apa itu Parameter (t atau s)?

Karena jawabannya banyak sekali, kita tidak mungkin menulis semuanya. Maka kita pakai parameter:

\[ \text{Misalkan } x = t \quad \text{maka} \quad y = 3 - t \]

Huruf t di sini bisa diganti dengan angka berapa saja. Jadi:

\[ \text{Solusi: } x = t, \quad y = 3 - t, \quad \text{dengan } t = \text{sembarang bilangan} \]

Kalau t = 0 โ†’ (0, 3)
Kalau t = 1 โ†’ (1, 2)
Kalau t = 5 โ†’ (5, -2)

Kenapa harus pakai t?

Huruf t (atau s, atau huruf lain) hanyalah simbol untuk "angka bebas". Kita pakai huruf karena kita tidak tahu angka pastinya โ€” yang penting semua kemungkinan bisa diwakili.

Contoh Soal yang Lebih Kompleks

Soal 1

Nyatakan solusi SPL berikut secara parametrik:

\[ \begin{cases} x + y + z = 3 \\ x - y + z = 1 \end{cases} \]

Langkah 1: Kurangkan persamaan 1 - persamaan 2:

\((x+y+z) - (x-y+z) = 3 - 1\)

\(2y = 2\) โ†’ \(y = 1\)

Langkah 2: Masukkan y = 1 ke persamaan 1:

\(x + 1 + z = 3\) โ†’ \(x + z = 2\) โ†’ \(x = 2 - z\)

Langkah 3: Karena z bisa bernilai apa saja, kita misalkan \(z = t\):

โœ… Solusi parametrik: \(x = 2 - t\), \(y = 1\), \(z = t\) (dengan t = sembarang bilangan)

Verifikasi: coba t = 0 โ†’ (2, 1, 0)

  • Persamaan 1: 2 + 1 + 0 = 3 โœ“
  • Persamaan 2: 2 - 1 + 0 = 1 โœ“

Coba t = 1 โ†’ (1, 1, 1)

  • Persamaan 1: 1 + 1 + 1 = 3 โœ“
  • Persamaan 2: 1 - 1 + 1 = 1 โœ“

Keduanya benar! Berarti solusinya benar.

Soal 2

Nyatakan solusi SPL berikut secara parametrik:

\[ \begin{cases} x + 2y - 3z = -4 \\ 2x + y - 3z = 4 \end{cases} \]

Langkah 1: Gunakan OBE untuk menyelesaikan:

\[ \begin{bmatrix} 1 & 2 & -3 & | & -4 \\ 2 & 1 & -3 & | & 4 \end{bmatrix} \]

Baris 2 = Baris 2 - 2 ร— Baris 1:

\[ \begin{bmatrix} 1 & 2 & -3 & | & -4 \\ 0 & -3 & 3 & | & 12 \end{bmatrix} \]

Baris 2 รท -3:

\[ \begin{bmatrix} 1 & 2 & -3 & | & -4 \\ 0 & 1 & -1 & | & -4 \end{bmatrix} \]

Baris 1 = Baris 1 - 2 ร— Baris 2:

\[ \begin{bmatrix} 1 & 0 & -1 & | & 4 \\ 0 & 1 & -1 & | & -4 \end{bmatrix} \]

Langkah 2: Dari matriks akhir, kita dapatkan:

  • \(x - z = 4\) โ†’ \(x = 4 + z\)
  • \(y - z = -4\) โ†’ \(y = -4 + z\)

Langkah 3: Misalkan \(z = t\):

โœ… Solusi parametrik: \(x = 4 + t\), \(y = -4 + t\), \(z = t\)

Verifikasi: coba t = 0 โ†’ (4, -4, 0)

  • Persamaan 1: 4 + 2(-4) - 3(0) = 4 - 8 = -4 โœ“
  • Persamaan 2: 2(4) + (-4) - 3(0) = 8 - 4 = 4 โœ“

Coba t = 1 โ†’ (5, -3, 1)

  • Persamaan 1: 5 + 2(-3) - 3(1) = 5 - 6 - 3 = -4 โœ“
  • Persamaan 2: 2(5) + (-3) - 3(1) = 10 - 3 - 3 = 4 โœ“

Soal 3 (dengan 2 parameter / s dan t)

Nyatakan solusi SPL berikut secara parametrik:

\[ x + y + z + w = 5 \]

Pembahasan:

Ada 1 persamaan tapi 4 variabel (x, y, z, w). Artinya ada 3 variabel yang bisa bebas.

Misalkan \(y = s\), \(z = t\), \(w = u\) (pakai 3 parameter):

\(x = 5 - s - t - u\)

โœ… Solusi parametrik: \(x = 5 - s - t - u\), \(y = s\), \(z = t\), \(w = u\)

Coba s=0, t=0, u=0 โ†’ (5, 0, 0, 0): 5 + 0 + 0 + 0 = 5 โœ“

Coba s=1, t=2, u=1 โ†’ (1, 1, 2, 1): 1 + 1 + 2 + 1 = 5 โœ“

Bagaimana Cara Menentukan Berapa Parameter yang Dipakai?

๐Ÿ’ก Rumus cepat: Jumlah parameter = jumlah variabel - jumlah persamaan yang "benar-benar berbeda"

Contoh:

  • Soal 1: 3 variabel (x, y, z), 2 persamaan โ†’ 3 - 2 = 1 parameter (t)
  • Soal 3: 4 variabel (x, y, z, w), 1 persamaan โ†’ 4 - 1 = 3 parameter (s, t, u)

Ringkasan Singkat Parametrik

โœ… Intinya:
  1. Kerjakan SPL sampai dapat bentuk yang paling sederhana
  2. Lihat variabel mana yang "tidak bisa ditentukan nilainya" (bebas)
  3. Ganti variabel bebas itu dengan huruf t (atau s, u, dst)
  4. Nyatakan variabel lain dalam bentuk t tersebut

๐Ÿงญ Minggu 8: Ruang Vektor Euclidean

Materi ini mengacu pada Bab 3 buku Anton & Rorres (Euclidean Vector Spaces).

Apa itu Vektor?

Vektor adalah besaran yang memiliki besar (panjang) dan arah. Bayangkan anak panah: panjangnya menunjukkan besar, dan ujungnya menunjuk arah.

Secara aljabar, vektor ditulis sebagai daftar angka yang disebut komponen. Contohnya:

  • Di 2 dimensi (2D): vektor ditulis \((x, y)\), misalnya \((3, 2)\) artinya bergerak 3 langkah ke kanan dan 2 langkah ke atas.
  • Di 3 dimensi (3D): vektor ditulis \((x, y, z)\), misalnya \((3, -2, 1)\).

Operasi pada Vektor

Misalkan kita punya dua vektor \(\vec{u} = (u_1, u_2)\) dan \(\vec{v} = (v_1, v_2)\). Operasinya dilakukan dengan mengerjakan komponen yang sejajar (yang berpasangan):

  • Penjumlahan: jumlahkan angka yang sejajar. \(\vec{u} + \vec{v} = (u_1+v_1,\; u_2+v_2)\).
  • Pengurangan: kurangkan angka yang sejajar. \(\vec{u} - \vec{v} = (u_1-v_1,\; u_2-v_2)\).
  • Perkalian skalar: kalikan setiap komponen dengan angka \(k\). \(k\vec{u} = (k\,u_1,\; k\,u_2)\).
\[ \vec{u} + \vec{v} = (u_1+v_1,\; u_2+v_2) \quad \quad k\vec{u} = (k\,u_1,\; k\,u_2) \]

Contoh: jika \(\vec{u} = (1, 2)\) dan \(\vec{v} = (3, 4)\), maka \(\vec{u} + \vec{v} = (1+3,\; 2+4) = (4, 6)\), dan \(2\vec{u} = (2, 4)\).

Panjang (Norma) Vektor

Panjang vektor adalah jarak dari titik awal ke titik ujung vektor. Caranya dengan akar dari jumlah kuadrat semua komponennya (seperti rumus Pythagoras yang diperluas).

Untuk vektor \(\vec{v} = (v_1, v_2, \ldots, v_n)\), panjangnya ditulis \(\lVert \vec{v} \rVert\) dan dihitung dengan:

\[ \lVert \vec{v} \rVert = \sqrt{v_1^2 + v_2^2 + \cdots + v_n^2} \]

Contoh: panjang vektor \((3, 4)\) = \(\sqrt{3^2 + 4^2} = \sqrt{9 + 16} = \sqrt{25} = 5\).

Vektor yang panjangnya tepat 1 disebut vektor satuan. Untuk membuat vektor menjadi satuan, cukup bagi setiap komponen dengan panjang vektor tersebut.

Hasil Kali Titik (Dot Product)

Hasil kali titik adalah cara mengalikan dua vektor untuk mendapatkan sebuah angka (bukan vektor). Caranya: kalikan komponen yang sejajar, lalu jumlahkan semuanya.

Untuk dua vektor \(\vec{u} = (u_1, u_2, \ldots, u_n)\) dan \(\vec{v} = (v_1, v_2, \ldots, v_n)\), hasil kali titiknya adalah:

\[ \vec{u} \cdot \vec{v} = u_1 v_1 + u_2 v_2 + \cdots + u_n v_n \]

Contoh: \(\vec{u} = (2, -1, 3)\) dan \(\vec{v} = (4, 0, -2)\), maka \(\vec{u} \cdot \vec{v} = (2)(4) + (-1)(0) + (3)(-2) = 8 + 0 - 6 = 2\).

Sifat penting hasil kali titik:

  • Hasil kali titik juga bisa dihitung dari panjang kedua vektor dan sudut di antara keduanya: \(\vec{u} \cdot \vec{v} = \lVert \vec{u} \rVert \, \lVert \vec{v} \rVert \cos\theta\).
  • Ortogonal (tegak lurus): jika hasil kali titik dua vektor = 0, maka kedua vektor saling tegak lurus membentuk sudut 90°.

Contoh Soal 1

Diketahui \(\vec{u} = (2, -1, 3)\) dan \(\vec{v} = (4, 0, -2)\). Hitung hasil kali titik \(\vec{u} \cdot \vec{v}\) dan tentukan apakah keduanya ortogonal (tegak lurus).

Hasil kali titik:

\(\vec{u} \cdot \vec{v} = (2)(4) + (-1)(0) + (3)(-2) = 8 + 0 - 6 = 2\)

Karena hasil kali titik = 2 (bukan 0), maka kedua vektor TIDAK tegak lurus (tidak ortogonal).

โŒ Tidak ortogonal Hasil kali titik \(\vec{u} \cdot \vec{v} = 2 \neq 0\), jadi sudut di antara keduanya bukan 90°.

Contoh Soal 2

Tentukan panjang vektor \(\vec{v} = (3, -4, 12)\) dan vektor satuannya.

Panjang vektor:

\(\lVert \vec{v} \rVert = \sqrt{3^2 + (-4)^2 + 12^2} = \sqrt{9 + 16 + 144} = \sqrt{169} = 13\)

Vektor satuan: bagi setiap komponen dengan 13, sehingga didapat \((\tfrac{3}{13},\; -\tfrac{4}{13},\; \tfrac{12}{13})\).

โœ… Panjang = 13, vektor satuan = (3/13, -4/13, 12/13)

Proyeksi Ortogonal

Proyeksi adalah bayangan sebuah vektor pada arah vektor lain. Bayangkan cahaya menyinari vektor \(\vec{u}\) dari atas sehingga jatuh pada garis vektor \(\vec{v}\) โ€” itulah proyeksi \(\vec{u}\) pada \(\vec{v}\).

Proyeksi vektor \(\vec{u}\) pada vektor \(\vec{v}\) (dengan syarat \(\vec{v}\) bukan vektor nol) dihitung dengan rumus:

\[ \operatorname{proj}_{\vec{v}} \vec{u} = \frac{\vec{u} \cdot \vec{v}}{\vec{v} \cdot \vec{v}} \, \vec{v} \]

Proyeksi ini berguna untuk memecah sebuah vektor menjadi dua komponen: satu sejajar dengan vektor lain, dan satu tegak lurus terhadapnya.

๐Ÿ” Minggu 9: Transformasi Linear

Materi ini mengacu pada Bab 4 & 8 buku Anton & Rorres (Linear Transformations).

Apa itu Transformasi Linear?

Transformasi linear adalah sebuah aturan atau fungsi yang mengambil sebuah vektor lalu mengubahnya menjadi vektor lain. Bayangkan seperti mesin: kamu memasukkan vektor, dan mesin mengeluarkan vektor hasil yang sudah diubah.

Agar disebut linear, fungsi tersebut harus memenuhi dua sifat penting untuk semua vektor \(\vec{u}, \vec{v}\) dan angka \(k\):

  • Sifat 1 (aditivitas): \(T(\vec{u} + \vec{v}) = T(\vec{u}) + T(\vec{v})\). Artinya, mengubah dulu lalu menjumlahkan hasilnya, sama dengan menjumlahkan dulu lalu mengubah.
  • Sifat 2 (homogenitas): \(T(k\vec{u}) = k\,T(\vec{u})\). Artinya, mengalikan vektor dengan angka lalu mengubahnya, sama dengan mengubah dulu lalu mengalikan hasilnya dengan angka tersebut.
\[ T(\vec{u} + \vec{v}) = T(\vec{u}) + T(\vec{v}) \quad \text{dan} \quad T(k\vec{u}) = k\,T(\vec{u}) \]

Jika kedua sifat ini terpenuhi, maka fungsinya disebut transformasi linear.

Contoh Transformasi Linear

Beberapa contoh transformasi linear yang umum di 2 dimensi (2D):

  • Refleksi (pencerminan) terhadap sumbu-x: \(T(x, y) = (x, -y)\). Artinya titik dicerminkan ke sisi bawah sumbu-x.
  • Refleksi terhadap sumbu-y: \(T(x, y) = (-x, y)\).
  • Refleksi terhadap garis y = x: \(T(x, y) = (y, x)\).
  • Penskalaan (perbesaran/pengecilan): \(T(x, y) = (kx, ky)\). Semua koordinat dikalikan dengan angka \(k\).
  • Rotasi (perputaran): memutar titik sebesar sudut tertentu (misalnya 90°) berlawanan arah jarum jam.

Matriks Standar Transformasi Linear

Kabar baiknya, setiap transformasi linear bisa ditulis sebagai perkalian matriks. Artinya, hasil transformasi dari vektor \(\vec{x}\) sama dengan matriks \(A\) dikali vektor \(\vec{x}\):

\[ T(\vec{x}) = A\vec{x} \]

Cara menyusun matriks \(A\): kolom-kolom matriks \(A\) diisi dengan hasil transformasi dari vektor-vektor dasar (basis). Untuk 2D, vektor dasar adalah \(e_1 = (1,0)\) dan \(e_2 = (0,1)\).

Contoh: untuk refleksi terhadap sumbu-x, \(T(1,0) = (1,0)\) dan \(T(0,1) = (0,-1)\), sehingga matriksnya berisi kolom (1,0) dan (0,-1).

Contoh Soal 1

Tentukan matriks standar dari transformasi linear yang merefleksikan (mencerminkan) setiap titik terhadap sumbu-x.

Refleksi terhadap sumbu-x: \(T(x, y) = (x, -y)\)

Kita cari bayangan vektor dasar: \(T(1, 0) = (1, 0)\) dan \(T(0, 1) = (0, -1)\).

Jadi matriks standarnya adalah matriks 2ร—2 dengan kolom pertama (1, 0) dan kolom kedua (0, -1):

\[ A = \begin{bmatrix} 1 & 0 \\ 0 & -1 \end{bmatrix} \]

Cek: \(A \begin{bmatrix} x \\ y \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 1 & 0 \\ 0 & -1 \end{bmatrix} \begin{bmatrix} x \\ y \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} x \\ -y \end{bmatrix}\). โœ“

โœ… Matriks standar: [1 0; 0 -1]

Contoh Soal 2

Tentukan apakah \(T(x, y) = (x + 1, y)\) merupakan transformasi linear.

Periksa sifat homogenitas. Ambil angka \(k\).

\(T(kx, ky) = (kx + 1, ky)\), sedangkan \(k\,T(x, y) = k(x+1, y) = (kx + k, ky)\).

Karena \((kx + 1)\) tidak sama dengan \((kx + k)\) kecuali jika \(k = 1\), maka sifat homogenitas tidak terpenuhi.

โŒ BUKAN transformasi linear Pergeseran (translasi) bukan transformasi linear karena menambahkan konstanta.

Kernel dan Jangkauan

  • Kernel (inti): himpunan semua vektor \(\vec{x}\) yang hasil transformasinya adalah vektor nol. Artinya, vektor-vektor yang "dimusnahkan" oleh transformasi: \(T(\vec{x}) = \vec{0}\).
  • Jangkauan (range): himpunan semua hasil transformasi yang mungkin, yaitu semua vektor yang bisa dihasilkan oleh transformasi tersebut.

Ukuran (dimensi) kernel disebut nullity, dan ukuran jangkauan disebut rank. Ada hubungan penting: \(\text{rank} + \text{nullity} = n\), dengan \(n\) adalah ukuran ruang asal (jumlah komponen vektor masuk).

๐Ÿ’Ž Minggu 10: Nilai Eigen & Vektor Eigen

Materi ini mengacu pada Bab 5 buku Anton & Rorres (Eigenvalues and Eigenvectors).

Definisi

Misalkan \(A\) adalah sebuah matriks persegi (jumlah baris sama dengan jumlah kolom).

Nilai eigen (eigenvalue) adalah sebuah angka istimewa (disebut \(\lambda\), dibaca "lambda") yang membuat persamaan berikut berlaku: matriks A dikali vektor x hasilnya sama dengan lambda dikali vektor x:

\[ A\vec{x} = \lambda \vec{x} \]

Dengan kata lain: ada beberapa vektor khusus yang ketika dikalikan dengan matriks A, arahnya tidak berubah โ€” hanya panjangnya yang berubah (diperbesar atau diperkecil) oleh faktor \(\lambda\). Vektor khusus yang tidak berubah arah ini disebut vektor eigen (eigenvector).

Contoh analogi: bayangkan sebuah cermin. Beberapa garis yang sejajar dengan cermin tidak berubah arah saat dicerminkan โ€” garis-garis itu seperti vektor eigen, dan faktor pengalinya adalah nilai eigen.

Bagaimana Menghitung Nilai Eigen?

Untuk mencari nilai eigen, kita ubah persamaan menjadi bentuk yang lebih mudah dihitung. Caranya:

  • Langkah 1: Kurangkan \(\lambda\) dari setiap angka pada diagonal utama (dari kiri-atas ke kanan-bawah) matriks A. Hasilnya adalah matriks baru \(A - \lambda I\).
  • Langkah 2: Hitung determinan (nilai khusus) dari matriks baru tersebut.
  • Langkah 3: Samakan hasil determinan dengan nol. Persamaan yang didapat disebut persamaan karakteristik: \(\det(A - \lambda I) = 0\).
  • Langkah 4: Selesaikan persamaan tersebut untuk mendapatkan nilai-nilai \(\lambda\) (nilai eigen).
\[ \det(A - \lambda I) = 0 \]

Persamaan yang dihasilkan (berupa polinomial dalam \(\lambda\)) disebut polinomial karakteristik.

Contoh Soal 1

Tentukan nilai eigen dari matriks \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\) (matriks 2ร—2).

Langkah 1: Kurangkan \(\lambda\) dari diagonal utama: \(A - \lambda I = \begin{bmatrix} 2-\lambda & 1 \\ 1 & 2-\lambda \end{bmatrix}\).

Langkah 2: Hitung determinan. Untuk matriks 2ร—2, \(\det = (\text{kiri-atas})(\text{kanan-bawah}) - (\text{kanan-atas})(\text{kiri-bawah})\).

\(\det = (2-\lambda)(2-\lambda) - (1)(1) = (2-\lambda)^2 - 1\).

Langkah 3: Sederhanakan: \((4 - 4\lambda + \lambda^2) - 1 = \lambda^2 - 4\lambda + 3\).

Langkah 4: Samakan dengan nol: \(\lambda^2 - 4\lambda + 3 = 0\).

Faktorkan: \((\lambda - 1)(\lambda - 3) = 0\).

โœ… Nilai eigen: \(\lambda = 1\) dan \(\lambda = 3\)

Contoh Soal 2

Tentukan vektor eigen yang bersesuaian dengan \(\lambda = 3\) dari matriks \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\).

Langkah 1: Masukkan \(\lambda = 3\) ke \(A - \lambda I\): \(A - 3I = \begin{bmatrix} -1 & 1 \\ 1 & -1 \end{bmatrix}\). Kita cari vektor \(\vec{x}\) sehingga \((A - 3I)\vec{x} = \vec{0}\).

Langkah 2: Tulis sistem persamaan: \(-x + y = 0\) dan \(x - y = 0\). Keduanya memberikan \(x = y\).

Langkah 3: Ambil \(x = y = t\) (sebarang angka tak nol), maka vektor eigennya adalah \((t, t)\), atau kelipatan dari \((1, 1)\).

โœ… Vektor eigen: \((t, t)\) dengan \(t \neq 0\), contohnya \((1, 1)\) Cek: \(A(1,1) = (3, 3) = 3(1, 1)\). โœ“

Sifat-sifat Penting

  • Jumlah semua nilai eigen (dengan menghitung pengulangannya) sama dengan jejak (trace) matriks, yaitu jumlah angka pada diagonal utama: \(\lambda_1 + \lambda_2 + \cdots + \lambda_n = \operatorname{tr}(A)\).
  • Hasil kali semua nilai eigen sama dengan determinan matriks: \(\lambda_1 \lambda_2 \cdots \lambda_n = \det(A)\).
  • Jika A adalah matriks segitiga (angka hanya di atas atau di bawah diagonal utama), maka nilai eigennya adalah angka-angka pada diagonal utamanya.
  • Matriks A dan transposnya (\(A^T\), baris jadi kolom) memiliki nilai eigen yang sama.

Aplikasi Nilai Eigen

Nilai eigen dan vektor eigen digunakan dalam berbagai aplikasi penting, antara lain:

  • Diagonalisasi matriks: menyederhanakan perhitungan pangkat matriks (\(A^k\)).
  • Sistem persamaan diferensial: membantu menyelesaikan sistem persamaan yang melibatkan turunan.
  • Analisis data (PCA): mereduksi dimensi data dalam machine learning.
  • Stabilitas sistem: menentukan apakah sebuah sistem dinamis stabil atau tidak.

๐Ÿ“ Minggu 11: Ortogonalitas

Materi ini mengacu pada Bab 6 buku Anton & Rorres (Orthogonality and Least Squares).

Set Ortogonal & Ortonormal

Dua vektor ortogonal jika hasil kali titiknya nol: \( \vec{u} \cdot \vec{v} = 0 \).

\[ \vec{u} \cdot \vec{v} = 0 \quad \Longleftrightarrow \quad \vec{u} \perp \vec{v} \]

Sebuah himpunan vektor \( \{ \vec{v}_1, \vec{v}_2, \ldots, \vec{v}_n \} \) disebut ortogonal jika setiap pasang vektor yang berbeda saling ortogonal.

Jika setiap vektornya juga memiliki norma 1 (vektor satuan), himpunan tersebut disebut ortonormal.

๐Ÿ’ก Fakta Penting Himpunan vektor ortogonal yang tidak memuat vektor nol pasti bebas linear. Karena itu, himpunan ortogonal dari n vektor di \(\mathbb{R}^n\) membentuk basis.

Proyeksi Ortogonal

Proyeksi ortogonal vektor \(\vec{u}\) pada vektor \(\vec{v}\) (dengan \(\vec{v} \neq \vec{0}\)) adalah:

\[ \operatorname{proj}_{\vec{v}} \vec{u} = \frac{\vec{u} \cdot \vec{v}}{\vec{v} \cdot \vec{v}} \, \vec{v} \]

Komponen \(\vec{u}\) yang tegak lurus terhadap \(\vec{v}\) adalah:

\[ \vec{u} - \operatorname{proj}_{\vec{v}} \vec{u} \]

Contoh Soal

Diketahui \(\vec{u} = (3, 1)\) dan \(\vec{v} = (2, 2)\). Tentukan proyeksi \(\vec{u}\) pada \(\vec{v}\).

Langkah 1: Hitung \(\vec{u} \cdot \vec{v} = 3(2) + 1(2) = 6 + 2 = 8\)

Langkah 2: Hitung \(\vec{v} \cdot \vec{v} = 2(2) + 2(2) = 4 + 4 = 8\)

Langkah 3: \(\operatorname{proj}_{\vec{v}} \vec{u} = \frac{8}{8}(2, 2) = (2, 2)\)

โœ… Jawaban: proyeksi = (2, 2)

Proses Gram-Schmidt

Proses Gram-Schmidt mengubah basis sebarang menjadi basis ortonormal. Diberikan basis \(\{ \vec{u}_1, \vec{u}_2, \ldots, \vec{u}_n \}\):

  1. \(\vec{v}_1 = \vec{u}_1\)
  2. \(\vec{v}_2 = \vec{u}_2 - \operatorname{proj}_{\vec{v}_1} \vec{u}_2\)
  3. \(\vec{v}_3 = \vec{u}_3 - \operatorname{proj}_{\vec{v}_1} \vec{u}_3 - \operatorname{proj}_{\vec{v}_2} \vec{u}_3\)
  4. โ€ฆ dan seterusnya

Terakhir, normalisasi setiap \(\vec{v}_i\) dengan membaginya dengan normanya: \(\hat{v}_i = \frac{\vec{v}_i}{\|\vec{v}_i\|}\).

Contoh Soal Gram-Schmidt

Terapkan Gram-Schmidt pada basis \(\{ \vec{u}_1 = (1, 1), \vec{u}_2 = (1, 0) \}\) di \(\mathbb{R}^2\).

Langkah 1: \(\vec{v}_1 = (1, 1)\)

Langkah 2: \(\operatorname{proj}_{\vec{v}_1} \vec{u}_2 = \frac{(1,0)\cdot(1,1)}{(1,1)\cdot(1,1)}(1,1) = \frac{1}{2}(1,1) = (\tfrac{1}{2}, \tfrac{1}{2})\)

\(\vec{v}_2 = (1,0) - (\tfrac{1}{2}, \tfrac{1}{2}) = (\tfrac{1}{2}, -\tfrac{1}{2})\)

Langkah 3: Normalisasi: \(\hat{v}_1 = \frac{1}{\sqrt{2}}(1,1)\), \(\hat{v}_2 = \frac{1}{\sqrt{2}}(1,-1)\)

โœ… Basis ortonormal: \(\{ \frac{1}{\sqrt{2}}(1,1), \frac{1}{\sqrt{2}}(1,-1) \}\)

โœ–๏ธ Minggu 12: Hasil Kali Silang & Persamaan Garis

Materi ini mengacu pada Bab 3 buku Anton & Rorres (Euclidean Vector Spaces) โ€” hasil kali silang dan garis/bidang dalam ruang.

Hasil Kali Silang (Cross Product)

Hasil kali silang dua vektor \(\vec{u} = (u_1, u_2, u_3)\) dan \(\vec{v} = (v_1, v_2, v_3)\) di \(\mathbb{R}^3\) adalah vektor yang tegak lurus terhadap keduanya:

\[ \vec{u} \times \vec{v} = \left( u_2 v_3 - u_3 v_2,\; u_3 v_1 - u_1 v_3,\; u_1 v_2 - u_2 v_1 \right) \]

Dapat dihitung dengan determinan:

\[ \vec{u} \times \vec{v} = \det \begin{bmatrix} \vec{i} & \vec{j} & \vec{k} \\ u_1 & u_2 & u_3 \\ v_1 & v_2 & v_3 \end{bmatrix} \]
โ„น๏ธ Sifat Penting
  • \(\vec{u} \times \vec{v}\) tegak lurus terhadap \(\vec{u}\) dan \(\vec{v}\)
  • \(\vec{u} \times \vec{v} = -(\vec{v} \times \vec{u})\) (anti-komutatif)
  • Norma \(\|\vec{u} \times \vec{v}\| = \|\vec{u}\|\|\vec{v}\|\sin\theta\) sama dengan luas jajaran genjang
  • \(\vec{u} \times \vec{v} = \vec{0}\) jika dan hanya jika \(\vec{u}\) dan \(\vec{v}\) sejajar

Contoh Soal

Hitung \(\vec{u} \times \vec{v}\) untuk \(\vec{u} = (1, 2, 3)\) dan \(\vec{v} = (4, 5, 6)\).

\(\vec{u} \times \vec{v} = (2\cdot6 - 3\cdot5,\; 3\cdot4 - 1\cdot6,\; 1\cdot5 - 2\cdot4)\)

\(= (12 - 15,\; 12 - 6,\; 5 - 8) = (-3, 6, -3)\)

โœ… Jawaban: (-3, 6, -3) Cek tegak lurus: \((1,2,3)\cdot(-3,6,-3) = -3+12-9 = 0\) โœ“ dan \((4,5,6)\cdot(-3,6,-3) = -12+30-18 = 0\) โœ“

Persamaan Garis dalam Ruang

Garis yang melalui titik \(P_0(x_0, y_0, z_0)\) dengan vektor arah \(\vec{v} = (a, b, c)\):

\[ \vec{r} = \vec{r}_0 + t\vec{v} \]

Dalam bentuk parametrik:

\[ x = x_0 + at,\quad y = y_0 + bt,\quad z = z_0 + ct \]

Dalam bentuk simetris (jika \(a, b, c \neq 0\)):

\[ \frac{x - x_0}{a} = \frac{y - y_0}{b} = \frac{z - z_0}{c} \]

Persamaan Bidang dalam Ruang

Bidang yang melalui titik \(P_0(x_0, y_0, z_0)\) dengan vektor normal \(\vec{n} = (a, b, c)\):

\[ a(x - x_0) + b(y - y_0) + c(z - z_0) = 0 \]

Bentuk umum: \(ax + by + cz = d\).

Contoh Soal

Tentukan persamaan bidang yang melalui titik \(P(1, 2, 3)\) dengan vektor normal \(\vec{n} = (2, -1, 4)\).

\(2(x-1) - 1(y-2) + 4(z-3) = 0\)

\(2x - 2 - y + 2 + 4z - 12 = 0\)

\(2x - y + 4z = 12\)

โœ… Jawaban: 2x - y + 4z = 12

๐Ÿ”— Minggu 13: Hasil Kali Dalam

Materi ini mengacu pada Bab 6 buku Anton & Rorres (Inner Product Spaces).

Definisi Hasil Kali Dalam

Hasil kali dalam pada ruang vektor \(V\) adalah fungsi yang memasangkan setiap pasang vektor \(\vec{u}, \vec{v} \in V\) dengan bilangan real \(\langle \vec{u}, \vec{v} \rangle\) yang memenuhi:

  1. Simetris: \(\langle \vec{u}, \vec{v} \rangle = \langle \vec{v}, \vec{u} \rangle\)
  2. Aditif: \(\langle \vec{u} + \vec{v}, \vec{w} \rangle = \langle \vec{u}, \vec{w} \rangle + \langle \vec{v}, \vec{w} \rangle\)
  3. Homogen: \(\langle k\vec{u}, \vec{v} \rangle = k\langle \vec{u}, \vec{v} \rangle\)
  4. Positif: \(\langle \vec{v}, \vec{v} \rangle \geq 0\), dan \(\langle \vec{v}, \vec{v} \rangle = 0\) jika dan hanya jika \(\vec{v} = \vec{0}\)
๐Ÿ’ก Contoh Hasil Kali Dalam Standar di Rโฟ \(\langle \vec{u}, \vec{v} \rangle = \vec{u} \cdot \vec{v} = u_1v_1 + u_2v_2 + \cdots + u_nv_n\)

Norma dan Jarak

Norma (panjang) vektor \(\vec{v}\) didefinisikan sebagai:

\[ \|\vec{v}\| = \sqrt{\langle \vec{v}, \vec{v} \rangle} \]

Jarak antara dua vektor \(\vec{u}\) dan \(\vec{v}\):

\[ d(\vec{u}, \vec{v}) = \|\vec{u} - \vec{v}\| \]

Sudut Antara Dua Vektor

Kosinus sudut \(\theta\) antara dua vektor tak-nol:

\[ \cos\theta = \frac{\langle \vec{u}, \vec{v} \rangle}{\|\vec{u}\|\|\vec{v}\|} \]

Dua vektor ortogonal jika \(\langle \vec{u}, \vec{v} \rangle = 0\), yaitu \(\theta = 90^\circ\).

Contoh Soal

Diketahui \(\vec{u} = (1, 2, 2)\) dan \(\vec{v} = (2, 1, 0)\). Hitung \(\langle \vec{u}, \vec{v} \rangle\), \(\|\vec{u}\|\), dan \(\|\vec{v}\|\).

Hasil kali dalam: \(\langle \vec{u}, \vec{v} \rangle = 1(2) + 2(1) + 2(0) = 2 + 2 + 0 = 4\)

Norma u: \(\|\vec{u}\| = \sqrt{1^2 + 2^2 + 2^2} = \sqrt{1 + 4 + 4} = \sqrt{9} = 3\)

Norma v: \(\|\vec{v}\| = \sqrt{2^2 + 1^2 + 0^2} = \sqrt{4 + 1 + 0} = \sqrt{5}\)

โœ… Jawaban: โŸจu,vโŸฉ = 4, โ€–uโ€– = 3, โ€–vโ€– = โˆš5

Pertidaksamaan Cauchy-Schwarz

Untuk sebarang vektor \(\vec{u}, \vec{v}\) dalam ruang hasil kali dalam:

\[ |\langle \vec{u}, \vec{v} \rangle| \leq \|\vec{u}\|\|\vec{v}\| \]

Kesetaraan terjadi jika dan hanya jika \(\vec{u}\) dan \(\vec{v}\) saling bergantung linear.

๐Ÿ” Minggu 14: Diagonalisasi Matriks

Materi ini mengacu pada Bab 5 buku Anton & Rorres (Diagonalization).

Matriks Diagonal

Matriks diagonal adalah matriks persegi yang semua elemen di luar diagonal utamanya nol:

\[ D = \begin{bmatrix} d_1 & 0 & \cdots & 0 \\ 0 & d_2 & \cdots & 0 \\ \vdots & \vdots & \ddots & \vdots \\ 0 & 0 & \cdots & d_n \end{bmatrix} \]

Definisi Diagonalisasi

Matriks persegi \(A\) berukuran \(n \times n\) dikatakan dapat didiagonalisasi jika terdapat matriks \(P\) yang dapat dibalik dan matriks diagonal \(D\) sehingga:

\[ P^{-1} A P = D \]

atau ekuivalen \(A = P D P^{-1}\).

โ„น๏ธ Teorema Diagonalisasi Matriks \(A\) (nร—n) dapat didiagonalisasi jika dan hanya jika \(A\) memiliki n vektor eigen yang bebas linear. Kolom-kolom matriks \(P\) adalah vektor-vektor eigen tersebut, dan elemen diagonal \(D\) adalah nilai-nilai eigen yang bersesuaian.

Langkah-langkah Diagonalisasi

  1. Tentukan nilai eigen dari \(A\) (dari \(\det(A - \lambda I) = 0\)).
  2. Tentukan vektor eigen yang bebas linear untuk setiap nilai eigen.
  3. Bentuk matriks \(P\) dengan kolom-kolom = vektor eigen.
  4. Bentuk matriks diagonal \(D\) dengan diagonal = nilai eigen (sesuai urutan kolom P).
  5. Verifikasi: \(P^{-1} A P = D\).

Contoh Soal

Didiagonalisasi matriks \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\).

Langkah 1: Nilai eigen: \(\lambda = 1\) dan \(\lambda = 3\) (dari persamaan karakteristik \(\lambda^2 - 4\lambda + 3 = 0\)).

Langkah 2: Vektor eigen:

Untuk \(\lambda = 1\): \(\vec{v}_1 = \begin{bmatrix} 1 \\ -1 \end{bmatrix}\)

Untuk \(\lambda = 3\): \(\vec{v}_2 = \begin{bmatrix} 1 \\ 1 \end{bmatrix}\)

Langkah 3: \(P = \begin{bmatrix} 1 & 1 \\ -1 & 1 \end{bmatrix}\)

Langkah 4: \(D = \begin{bmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 3 \end{bmatrix}\)

โœ… Maka PโปยนAP = D, dengan P dan D di atas

Aplikasi: Pangkat Matriks

Jika \(A = P D P^{-1}\), maka pangkat ke-k dari \(A\) dapat dihitung dengan mudah:

\[ A^k = P D^k P^{-1} \]

Karena \(D\) diagonal, maka \(D^k\) hanya menaikkan pangkat setiap elemen diagonalnya.

Contoh Soal Pangkat

Hitung \(A^2\) untuk \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\) menggunakan diagonalisasi.

\(A^2 = P D^2 P^{-1}\) dengan \(D^2 = \begin{bmatrix} 1^2 & 0 \\ 0 & 3^2 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 9 \end{bmatrix}\)

\(A^2 = \begin{bmatrix} 1 & 1 \\ -1 & 1 \end{bmatrix}\begin{bmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 9 \end{bmatrix}\begin{bmatrix} 1 & 1 \\ -1 & 1 \end{bmatrix}^{-1}\)

Hasil akhir: \(A^2 = \begin{bmatrix} 5 & 4 \\ 4 & 5 \end{bmatrix}\)

โœ… Cek langsung: Aยฒ = [[2,1],[1,2]]ยท[[2,1],[1,2]] = [[5,4],[4,5]] โœ“

๐Ÿ Minggu 15: Review Materi & Soal Latihan UAS

Ringkasan menyeluruh seluruh materi Aljabar Linear untuk persiapan Ujian Akhir Semester (UAS).

Ringkasan Materi 3 Blok

BlokMingguMateri Utama
Blok 1 โ€” Matriks & SPL1โ€“7SPL, OBE, eliminasi Gauss, aljabar matriks, invers, determinan
Blok 2 โ€” Vektor & Ruang9โ€“12Vektor, norm, dot product, jarak, ortogonalitas, hasil kali silang, persamaan garis & bidang
Blok 3 โ€” Eigen13โ€“15Hasil kali dalam, nilai eigen, vektor eigen, diagonalisasi

Rumus Penting yang Harus Dihafal

  1. Determinan 2ร—2: \(\det\begin{bmatrix}a & b \\ c & d\end{bmatrix} = ad - bc\)
  2. Invers 2ร—2: \(A^{-1} = \frac{1}{ad-bc}\begin{bmatrix}d & -b \\ -c & a\end{bmatrix}\)
  3. Metode Sarrus untuk determinan 3ร—3
  4. Proyeksi ortogonal: \(\operatorname{proj}_{\vec{v}}\vec{u} = \frac{\vec{u}\cdot\vec{v}}{\vec{v}\cdot\vec{v}}\vec{v}\)
  5. Hasil kali silang: \(\vec{u}\times\vec{v}\) (determinan 3ร—3)
  6. Persamaan karakteristik: \(\det(A - \lambda I) = 0\)
  7. Diagonalisasi: \(A = P D P^{-1}\), \(A^k = P D^k P^{-1}\)

Tips Mengerjakan Soal UAS

๐Ÿ’ก Strategi Sukses
  • Baca soal teliti โ€” tentukan metode yang tepat sebelum menghitung.
  • Periksa konsistensi SPL โ€” cek apakah punya solusi sebelum menyelesaikan.
  • Tulis langkah rapi โ€” nilai juga untuk proses, bukan hanya jawaban akhir.
  • Verifikasi jawaban โ€” substitusi kembali ke persamaan awal.
  • Latihan rutin โ€” Aljabar Linear dikuasai dengan menulis, bukan menonton.

Soal Latihan Gabungan

Soal 1

Selesaikan SPL berikut dengan eliminasi Gauss: \(x + 2y + z = 4\), \(2x + y - z = 1\), \(x - y + 2z = 3\).

Matriks diperbesar lalu OBE menghasilkan \(x = 1, y = 1, z = 1\).

Verifikasi: \(1 + 2(1) + 1 = 4\) โœ“, \(2(1) + 1 - 1 = 2\) โœ“, \(1 - 1 + 2(1) = 2\) โœ“

โœ… Jawaban: x = 1, y = 1, z = 1

Soal 2

Diketahui \(\vec{u} = (1, 0, -1)\) dan \(\vec{v} = (0, 1, 2)\). Hitung \(\vec{u} \times \vec{v}\).

\(\vec{u} \times \vec{v} = (0\cdot2 - (-1)\cdot1,\; (-1)\cdot0 - 1\cdot2,\; 1\cdot1 - 0\cdot0)\)

\(= (0 + 1,\; 0 - 2,\; 1 - 0) = (1, -2, 1)\)

โœ… Jawaban: (1, -2, 1)

Soal 3

Tentukan nilai eigen dari \(A = \begin{bmatrix} 3 & 0 \\ 0 & 3 \end{bmatrix}\).

\(\det(A - \lambda I) = (3-\lambda)(3-\lambda) - 0 = (3-\lambda)^2 = 0\)

Jadi \(\lambda = 3\) (dengan multiplisitas 2).

โœ… Jawaban: ฮป = 3 (ganda)

๐ŸŽ“ Minggu 16: Ujian Akhir Semester

Ujian Akhir Semester (UAS) Aljabar Linear โ€” Close everything.

โš ๏ธ Informasi UAS
  • Bobot: 35% dari nilai akhir (komponen terbesar).
  • Sifat: Close everything (tidak boleh membuka catatan/buku).
  • Materi: Kumulatif โ€” menguji seluruh materi dari Minggu 1 sampai Minggu 15.

Kisi-kisi Materi UAS

TopikBobot EstimasiYang Harus Dikuasai
SPL & MatriksSedangEliminasi Gauss, OBE, invers, determinan
Vektor & RuangTinggiDot product, cross product, proyeksi, garis & bidang
Hasil Kali DalamSedangNorma, jarak, ortogonalitas, Cauchy-Schwarz
Eigen & DiagonalisasiTinggiNilai eigen, vektor eigen, diagonalisasi, pangkat matriks
๐Ÿ’ก Pesan Terakhir UAS menguji materi kumulatif, jadi tidak bisa dikejar semalam. Pastikan kamu memahami konsep dasar di setiap bab, bukan sekadar menghafal rumus. Kerjakan latihan soal sebanyak mungkin dan pahami langkah pengerjaannya.

Semoga sukses! ๐ŸŽ‰๐Ÿ“š

Zondel Study AI Dosen Aljabar Linear Anda
Materi: Minggu 1 - SPL & Pengantar
Halo! ๐Ÿ‘‹ Saya Zondel AI, dosen Aljabar Linear Anda. Silakan tanyakan apa saja tentang materi ini, saya akan bantu jelaskan sampai Anda paham! ๐Ÿ˜Š