Materi Lengkap Minggu 1-16 (Persiapan UTS & UAS) โ DIF61102 Universitas Andalas
Referensi: Anton, H. & Rorres, C. (2013). Elementary Linear Algebra: Applications Version, 11th Ed.
Klik tab di bawah untuk memilih materi yang ingin dipelajari
Aljabar Linear adalah cabang matematika yang mempelajari:
SPL adalah kumpulan dari satu atau lebih persamaan linear yang menggunakan variabel yang sama.
Solusi SPL adalah nilai variabel yang memenuhi SEMUA persamaan sekaligus.
Untuk contoh di atas, solusinya adalah x = 3 dan y = 1. Coba kita cek:
| Jenis | Deskripsi | Contoh Gambar |
|---|---|---|
| Konsisten (solusi tunggal) | Punya tepat 1 solusi | Dua garis berpotongan di 1 titik |
| Konsisten (solusi tak hingga) | Punya banyak solusi | Dua garis berimpit (sama persis) |
| Inkonsisten | Tidak punya solusi sama sekali | Dua garis sejajar (tidak berpotongan) |
Tentukan solusi dari SPL berikut:
Pembahasan (metode substitusi):
Tentukan apakah SPL berikut punya solusi atau tidak:
Pembahasan:
Jika persamaan 1 dikalikan 2, kita dapatkan: \(2x + 2y = 6\)
Tapi persamaan 2 menyatakan: \(2x + 2y = 7\)
Ini kontradiksi! \(2x + 2y\) tidak mungkin sama dengan 6 sekaligus 7.
Tentukan solusi dari SPL berikut:
Pembahasan:
Perhatikan bahwa persamaan 2 = 2 ร persamaan 1. Jadi kedua persamaan sebenarnya sama.
Artinya, berapa pun nilai x dan y selama memenuhi \(x - y = 1\), dia pasti juga memenuhi persamaan 2.
Contoh solusinya: (1,0), (2,1), (3,2), (4,3), dst.
Setiap SPL bisa ditulis dalam bentuk AX = B, di mana:
Contoh:
Gabungan matriks A dan B dalam satu matriks, dipisahkan garis:
Langkah-langkahnya:
Selesaikan SPL berikut dengan metode eliminasi Gauss:
Langkah 1: Tulis matriks diperbesar
Langkah 2: Hilangkan x di baris 2 dan 3
Langkah 3: Hilangkan y di baris 3
Baris 3 = Baris 3 + (1/3) ร Baris 2 โ [0, 0, -7/3 | -7]
Langkah 4: Substitusi balik (dari bawah ke atas)
Selesaikan SPL berikut:
Pembahasan:
Dari baris 3: \(-3y = -3\) โ \(y = 1\)
Dari baris 1: \(x + 2(1) = 3\) โ \(x = 1\)
Baris 2: 0 = 0 (selalu benar, jadi tidak masalah)
Apakah SPL berikut punya solusi?
Pembahasan:
Perhatikan: 2 ร (persamaan 1) = \(2x + 4y - 2z = 2\)
Tapi persamaan 2 menyatakan \(2x + 4y - 2z = 5\)
Kontradiksi! Tidak mungkin sama dengan 2 dan 5 sekaligus.
OBE (Operasi Baris Elementer) adalah 3 cara yang boleh dilakukan pada baris-baris matriks untuk menyelesaikan SPL:
| Operasi | Notasi | Contoh |
|---|---|---|
| 1. Pertukaran baris | \(R_i \leftrightarrow R_j\) | Tukar baris 1 dan baris 2 |
| 2. Kalikan baris dengan angka (bukan nol) | \(R_i \rightarrow k \cdot R_i\) | Gandakan baris 1 (k = 2) |
| 3. Tambahkan kelipatan baris lain | \(R_i \rightarrow R_i + k \cdot R_j\) | Baris 2 = Baris 2 - 2 ร Baris 1 |
Setelah melakukan OBE, kita ingin mendapatkan bentuk yang rapi:
Contoh bentuk eselon baris:
Bentuk paling rapi, di mana:
Kalau sudah bentuk ini, solusinya langsung bisa dibaca!
Selesaikan dengan metode Gauss-Jordan:
Langkah 1: Tulis matriks diperbesar
Langkah 2: Buat pivot baris 1 menjadi 1 (bagi baris 1 dengan 2)
Langkah 3: Hilangkan x di baris 2 (Baris 2 - Baris 1)
Langkah 4: Buat pivot baris 2 menjadi 1 (bagi baris 2 dengan -1.5)
Langkah 5: Hilangkan y di baris 1 (Baris 1 - 0.5 ร Baris 2)
Selesaikan SPL berikut:
Langkah 1: Matriks diperbesar
Langkah 2: Baris 3 = Baris 3 - 2 ร Baris 1
Langkah 3: Baris 2 รท 2
Langkah 4: Baris 3 = Baris 3 - 3 ร Baris 2
Langkah 5: Substitusi balik
Tentukan solusi SPL:
Pembahasan:
Baris 2 = Baris 2 - 2 ร Baris 1:
Baris 2 รท -3:
Baris 1 = Baris 1 - 2 ร Baris 2:
Dari matriks ini kita dapatkan:
Karena z bisa bernilai apa saja, kita misalkan \(z = t\):
Ini adalah contoh solusi parametrik โ akan dijelaskan lebih detail di tab PARAMETRIK!
Matriks adalah susunan bilangan dalam baris dan kolom.
Hanya bisa jika ukurannya sama. Jumlahkan elemen yang seletak.
Kalikan setiap elemen dengan angka tersebut.
Rumus: Elemen baris i kolom j = jumlah dari (elemen baris i A ร elemen kolom j B)
Contoh:
Membalik matriks: baris jadi kolom, kolom jadi baris.
Diketahui \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 0 & 3 \end{bmatrix}\) dan \(B = \begin{bmatrix} 3 & 4 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\). Hitung A+B, A-B, 2A, dan AB.
Diketahui \(A = \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ 3 & 4 \end{bmatrix}\) (2ร2) dan \(B = \begin{bmatrix} 2 & 0 & 1 \\ 1 & 3 & 0 \end{bmatrix}\) (2ร3). Hitung AB.
Karena A berordo 2ร2 dan B berordo 2ร3, hasilnya AB berordo 2ร3.
Tentukan transpos dari \(A = \begin{bmatrix} 1 & 3 & 5 \\ 2 & 4 & 6 \end{bmatrix}\).
Jika \(A = \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ 3 & 4 \end{bmatrix}\) dan \(B = \begin{bmatrix} 3 & 4 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\), hitung AB dan BA. Apakah sama?
AB = \(\begin{bmatrix} 1 \cdot 3 + 2 \cdot 1 & 1 \cdot 4 + 2 \cdot 2 \\ 3 \cdot 3 + 4 \cdot 1 & 3 \cdot 4 + 4 \cdot 2 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 5 & 8 \\ 13 & 20 \end{bmatrix}\)
BA = \(\begin{bmatrix} 3 \cdot 1 + 4 \cdot 3 & 3 \cdot 2 + 4 \cdot 4 \\ 1 \cdot 1 + 2 \cdot 3 & 1 \cdot 2 + 2 \cdot 4 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 15 & 22 \\ 7 & 10 \end{bmatrix}\)
Invers matriks A (ditulis Aโปยน) adalah matriks yang jika dikalikan dengan A, hasilnya adalah matriks identitas (I):
Matriks identitas adalah matriks yang diagonal utamanya 1 dan sisanya 0:
Untuk matriks \(A = \begin{bmatrix} a & b \\ c & d \end{bmatrix}\):
Tentukan invers dari \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 5 & 3 \end{bmatrix}\).
Langkah 1: Hitung determinan
\(\det(A) = (2)(3) - (1)(5) = 6 - 5 = 1\)
Langkah 2: Tukar diagonal utama, beri minus pada diagonal kedua
Langkah 3: Bagi dengan determinan
Verifikasi: A ร Aโปยน harus = I
Tentukan invers dari \(A = \begin{bmatrix} 1 & 2 \\ 3 & 4 \end{bmatrix}\).
\(\det(A) = (1)(4) - (2)(3) = 4 - 6 = -2\)
Apakah matriks \(A = \begin{bmatrix} 2 & 4 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\) punya invers?
\(\det(A) = (2)(2) - (4)(1) = 4 - 4 = 0\)
Selesaikan SPL menggunakan invers matriks:
Langkah 1: Tulis dalam bentuk AX = B
Langkah 2: Gunakan rumus X = Aโปยน ยท B
Dari soal 1, kita sudah tahu \(A^{-1} = \begin{bmatrix} 3 & -1 \\ -5 & 2 \end{bmatrix}\)
Determinan adalah bilangan khusus yang dihitung dari matriks persegi. Disimbolkan \(\det(A)\) atau |A|.
Determinan sangat berguna untuk:
Cara mengingat: (atas kiri ร bawah kanan) MINUS (atas kanan ร bawah kiri)
Untuk matriks 3ร3, ada cara cepat yang disebut metode Sarrus:
Cara mudah melakukan Sarrus:
โ : aei + bfg + cdh โ : ceg + bdi + afh
det = (aei + bfg + cdh) - (ceg + bdi + afh)
| Jika... | Maka... |
|---|---|
| Satu baris semuanya 0 | det = 0 |
| Dua baris sama atau sebanding | det = 0 |
| Dua baris ditukar | Tanda det berubah (positif jadi negatif, dst) |
| Matriks di-transpos | det(Aแต) = det(A) |
| Dua matriks dikalikan | det(AB) = det(A) ร det(B) |
| Mencari det invers | det(Aโปยน) = 1 / det(A) |
| det = 0 | Matriks singular (tidak punya invers) |
Hitung determinan dari \(A = \begin{bmatrix} 3 & 4 \\ 2 & 5 \end{bmatrix}\).
\(\det(A) = (3)(5) - (4)(2) = 15 - 8 = \textbf{7}\)
Hitung determinan dari \(A = \begin{bmatrix} 1 & 2 & 3 \\ 4 & 5 & 6 \\ 7 & 8 & 9 \end{bmatrix}\).
Metode Sarrus:
Diagonal โ: \(1 \cdot 5 \cdot 9 + 2 \cdot 6 \cdot 7 + 3 \cdot 4 \cdot 8 = 45 + 84 + 96 = 225\)
Diagonal โ: \(3 \cdot 5 \cdot 7 + 1 \cdot 6 \cdot 8 + 2 \cdot 4 \cdot 9 = 105 + 48 + 72 = 225\)
\(\det = 225 - 225 = \textbf{0}\)
Hitung determinan dari \(A = \begin{bmatrix} 1 & 2 & 3 \\ 0 & 1 & 4 \\ 5 & 6 & 0 \end{bmatrix}\).
Metode Sarrus:
Diagonal โ: \(1 \cdot 1 \cdot 0 + 2 \cdot 4 \cdot 5 + 3 \cdot 0 \cdot 6 = 0 + 40 + 0 = 40\)
Diagonal โ: \(3 \cdot 1 \cdot 5 + 1 \cdot 4 \cdot 6 + 2 \cdot 0 \cdot 0 = 15 + 24 + 0 = 39\)
\(\det = 40 - 39 = \textbf{1}\)
Diketahui \(\det(A) = 3\) dan \(\det(B) = 4\) (keduanya matriks 2ร2). Hitung \(\det(AB)\) dan \(\det(A^{-1})\).
Tentukan nilai x agar matriks \(A = \begin{bmatrix} x & 2 \\ 6 & 3 \end{bmatrix}\) menjadi singular.
Matriks singular jika det = 0:
\(\det(A) = 3x - 12 = 0\)
\(3x = 12\)
\(x = \textbf{4}\)
| Topik | Rumus |
|---|---|
| Determinan 2ร2 | \(ad - bc\) |
| Invers 2ร2 | \(\frac{1}{ad-bc} \begin{bmatrix} d & -b \\ -c & a \end{bmatrix}\) |
| Determinan 3ร3 | Metode Sarrus |
| Perkalian matriks | \((AB)_{ij} = \sum a_{ik} \cdot b_{kj}\) |
| SPL via invers | \(X = A^{-1} \cdot B\) |
| Solusi SPL | Tunggal, tak hingga, atau tidak ada |
Selesaikan SPL berikut:
Pembahasan:
Dari matriks: \(y = 1\), dan \(x + z = 2\) โ \(x = 2 - z\)
Karena z bebas, misalkan \(z = t\):
Hitung AB jika \(A = \begin{bmatrix} 1 & 0 & 2 \\ 3 & 1 & 1 \end{bmatrix}\) dan \(B = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 0 & 1 \\ 1 & 0 \end{bmatrix}\).
A (2ร3) ร B (3ร2) = AB (2ร2)
Tentukan invers dari \(A = \begin{bmatrix} 3 & 1 \\ 5 & 2 \end{bmatrix}\).
\(\det(A) = (3)(2) - (1)(5) = 6 - 5 = 1\)
Hitung determinan dari \(A = \begin{bmatrix} 2 & 0 & 1 \\ 1 & 3 & 2 \\ 0 & 1 & 1 \end{bmatrix}\).
Metode Sarrus:
Diagonal โ: \(2 \cdot 3 \cdot 1 + 0 \cdot 2 \cdot 0 + 1 \cdot 1 \cdot 1 = 6 + 0 + 1 = 7\)
Diagonal โ: \(1 \cdot 3 \cdot 0 + 2 \cdot 2 \cdot 1 + 0 \cdot 1 \cdot 2 = 0 + 4 + 0 = 4\)
\(\det = 7 - 4 = \textbf{3}\)
Selesaikan SPL: \(\begin{cases} 3x + 2y = 8 \\ x - y = 1 \end{cases}\)
Dari persamaan 2: \(x = 1 + y\)
Substitusi: \(3(1+y) + 2y = 8\) โ \(3 + 3y + 2y = 8\) โ \(5y = 5\) โ \(y = 1\)
\(x = 1 + 1 = 2\)
Jika \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 0 & 3 \end{bmatrix}\) dan \(B = \begin{bmatrix} 1 & 3 \\ 2 & 1 \end{bmatrix}\), hitung \((A+B)^2\).
\(A + B = \begin{bmatrix} 3 & 4 \\ 2 & 4 \end{bmatrix}\)
Tentukan invers dari \(A = \begin{bmatrix} 4 & 7 \\ 2 & 4 \end{bmatrix}\).
\(\det(A) = (4)(4) - (7)(2) = 16 - 14 = 2\)
Hitung determinan dari \(A = \begin{bmatrix} 1 & 2 & 3 \\ 4 & 5 & 6 \\ 7 & 8 & 10 \end{bmatrix}\).
Metode Sarrus:
Diagonal โ: \(1 \cdot 5 \cdot 10 + 2 \cdot 6 \cdot 7 + 3 \cdot 4 \cdot 8 = 50 + 84 + 96 = 230\)
Diagonal โ: \(3 \cdot 5 \cdot 7 + 1 \cdot 6 \cdot 8 + 2 \cdot 4 \cdot 10 = 105 + 48 + 80 = 233\)
\(\det = 230 - 233 = \textbf{-3}\)
SPL punya solusi tak hingga ketika jumlah variabel lebih banyak daripada jumlah persamaan yang "berbeda".
Contoh sederhana:
Hanya ada 1 persamaan tapi 2 variabel (x dan y). Berapa pun nilai x, kita selalu bisa mencari y yang cocok:
Jawabannya tak terhingga banyaknya!
Karena jawabannya banyak sekali, kita tidak mungkin menulis semuanya. Maka kita pakai parameter:
Huruf t di sini bisa diganti dengan angka berapa saja. Jadi:
Kalau t = 0 โ (0, 3)
Kalau t = 1 โ (1, 2)
Kalau t = 5 โ (5, -2)
Huruf t (atau s, atau huruf lain) hanyalah simbol untuk "angka bebas". Kita pakai huruf karena kita tidak tahu angka pastinya โ yang penting semua kemungkinan bisa diwakili.
Nyatakan solusi SPL berikut secara parametrik:
Langkah 1: Kurangkan persamaan 1 - persamaan 2:
\((x+y+z) - (x-y+z) = 3 - 1\)
\(2y = 2\) โ \(y = 1\)
Langkah 2: Masukkan y = 1 ke persamaan 1:
\(x + 1 + z = 3\) โ \(x + z = 2\) โ \(x = 2 - z\)
Langkah 3: Karena z bisa bernilai apa saja, kita misalkan \(z = t\):
Verifikasi: coba t = 0 โ (2, 1, 0)
Coba t = 1 โ (1, 1, 1)
Keduanya benar! Berarti solusinya benar.
Nyatakan solusi SPL berikut secara parametrik:
Langkah 1: Gunakan OBE untuk menyelesaikan:
Baris 2 = Baris 2 - 2 ร Baris 1:
Baris 2 รท -3:
Baris 1 = Baris 1 - 2 ร Baris 2:
Langkah 2: Dari matriks akhir, kita dapatkan:
Langkah 3: Misalkan \(z = t\):
Verifikasi: coba t = 0 โ (4, -4, 0)
Coba t = 1 โ (5, -3, 1)
Nyatakan solusi SPL berikut secara parametrik:
Pembahasan:
Ada 1 persamaan tapi 4 variabel (x, y, z, w). Artinya ada 3 variabel yang bisa bebas.
Misalkan \(y = s\), \(z = t\), \(w = u\) (pakai 3 parameter):
\(x = 5 - s - t - u\)
Coba s=0, t=0, u=0 โ (5, 0, 0, 0): 5 + 0 + 0 + 0 = 5 โ
Coba s=1, t=2, u=1 โ (1, 1, 2, 1): 1 + 1 + 2 + 1 = 5 โ
Contoh:
Materi ini mengacu pada Bab 3 buku Anton & Rorres (Euclidean Vector Spaces).
Vektor adalah besaran yang memiliki besar (panjang) dan arah. Bayangkan anak panah: panjangnya menunjukkan besar, dan ujungnya menunjuk arah.
Secara aljabar, vektor ditulis sebagai daftar angka yang disebut komponen. Contohnya:
Misalkan kita punya dua vektor \(\vec{u} = (u_1, u_2)\) dan \(\vec{v} = (v_1, v_2)\). Operasinya dilakukan dengan mengerjakan komponen yang sejajar (yang berpasangan):
Contoh: jika \(\vec{u} = (1, 2)\) dan \(\vec{v} = (3, 4)\), maka \(\vec{u} + \vec{v} = (1+3,\; 2+4) = (4, 6)\), dan \(2\vec{u} = (2, 4)\).
Panjang vektor adalah jarak dari titik awal ke titik ujung vektor. Caranya dengan akar dari jumlah kuadrat semua komponennya (seperti rumus Pythagoras yang diperluas).
Untuk vektor \(\vec{v} = (v_1, v_2, \ldots, v_n)\), panjangnya ditulis \(\lVert \vec{v} \rVert\) dan dihitung dengan:
Contoh: panjang vektor \((3, 4)\) = \(\sqrt{3^2 + 4^2} = \sqrt{9 + 16} = \sqrt{25} = 5\).
Vektor yang panjangnya tepat 1 disebut vektor satuan. Untuk membuat vektor menjadi satuan, cukup bagi setiap komponen dengan panjang vektor tersebut.
Hasil kali titik adalah cara mengalikan dua vektor untuk mendapatkan sebuah angka (bukan vektor). Caranya: kalikan komponen yang sejajar, lalu jumlahkan semuanya.
Untuk dua vektor \(\vec{u} = (u_1, u_2, \ldots, u_n)\) dan \(\vec{v} = (v_1, v_2, \ldots, v_n)\), hasil kali titiknya adalah:
Contoh: \(\vec{u} = (2, -1, 3)\) dan \(\vec{v} = (4, 0, -2)\), maka \(\vec{u} \cdot \vec{v} = (2)(4) + (-1)(0) + (3)(-2) = 8 + 0 - 6 = 2\).
Sifat penting hasil kali titik:
Diketahui \(\vec{u} = (2, -1, 3)\) dan \(\vec{v} = (4, 0, -2)\). Hitung hasil kali titik \(\vec{u} \cdot \vec{v}\) dan tentukan apakah keduanya ortogonal (tegak lurus).
Hasil kali titik:
\(\vec{u} \cdot \vec{v} = (2)(4) + (-1)(0) + (3)(-2) = 8 + 0 - 6 = 2\)
Karena hasil kali titik = 2 (bukan 0), maka kedua vektor TIDAK tegak lurus (tidak ortogonal).
Tentukan panjang vektor \(\vec{v} = (3, -4, 12)\) dan vektor satuannya.
Panjang vektor:
\(\lVert \vec{v} \rVert = \sqrt{3^2 + (-4)^2 + 12^2} = \sqrt{9 + 16 + 144} = \sqrt{169} = 13\)
Vektor satuan: bagi setiap komponen dengan 13, sehingga didapat \((\tfrac{3}{13},\; -\tfrac{4}{13},\; \tfrac{12}{13})\).
Proyeksi adalah bayangan sebuah vektor pada arah vektor lain. Bayangkan cahaya menyinari vektor \(\vec{u}\) dari atas sehingga jatuh pada garis vektor \(\vec{v}\) โ itulah proyeksi \(\vec{u}\) pada \(\vec{v}\).
Proyeksi vektor \(\vec{u}\) pada vektor \(\vec{v}\) (dengan syarat \(\vec{v}\) bukan vektor nol) dihitung dengan rumus:
Proyeksi ini berguna untuk memecah sebuah vektor menjadi dua komponen: satu sejajar dengan vektor lain, dan satu tegak lurus terhadapnya.
Materi ini mengacu pada Bab 4 & 8 buku Anton & Rorres (Linear Transformations).
Transformasi linear adalah sebuah aturan atau fungsi yang mengambil sebuah vektor lalu mengubahnya menjadi vektor lain. Bayangkan seperti mesin: kamu memasukkan vektor, dan mesin mengeluarkan vektor hasil yang sudah diubah.
Agar disebut linear, fungsi tersebut harus memenuhi dua sifat penting untuk semua vektor \(\vec{u}, \vec{v}\) dan angka \(k\):
Jika kedua sifat ini terpenuhi, maka fungsinya disebut transformasi linear.
Beberapa contoh transformasi linear yang umum di 2 dimensi (2D):
Kabar baiknya, setiap transformasi linear bisa ditulis sebagai perkalian matriks. Artinya, hasil transformasi dari vektor \(\vec{x}\) sama dengan matriks \(A\) dikali vektor \(\vec{x}\):
Cara menyusun matriks \(A\): kolom-kolom matriks \(A\) diisi dengan hasil transformasi dari vektor-vektor dasar (basis). Untuk 2D, vektor dasar adalah \(e_1 = (1,0)\) dan \(e_2 = (0,1)\).
Contoh: untuk refleksi terhadap sumbu-x, \(T(1,0) = (1,0)\) dan \(T(0,1) = (0,-1)\), sehingga matriksnya berisi kolom (1,0) dan (0,-1).
Tentukan matriks standar dari transformasi linear yang merefleksikan (mencerminkan) setiap titik terhadap sumbu-x.
Refleksi terhadap sumbu-x: \(T(x, y) = (x, -y)\)
Kita cari bayangan vektor dasar: \(T(1, 0) = (1, 0)\) dan \(T(0, 1) = (0, -1)\).
Jadi matriks standarnya adalah matriks 2ร2 dengan kolom pertama (1, 0) dan kolom kedua (0, -1):
Cek: \(A \begin{bmatrix} x \\ y \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 1 & 0 \\ 0 & -1 \end{bmatrix} \begin{bmatrix} x \\ y \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} x \\ -y \end{bmatrix}\). โ
Tentukan apakah \(T(x, y) = (x + 1, y)\) merupakan transformasi linear.
Periksa sifat homogenitas. Ambil angka \(k\).
\(T(kx, ky) = (kx + 1, ky)\), sedangkan \(k\,T(x, y) = k(x+1, y) = (kx + k, ky)\).
Karena \((kx + 1)\) tidak sama dengan \((kx + k)\) kecuali jika \(k = 1\), maka sifat homogenitas tidak terpenuhi.
Ukuran (dimensi) kernel disebut nullity, dan ukuran jangkauan disebut rank. Ada hubungan penting: \(\text{rank} + \text{nullity} = n\), dengan \(n\) adalah ukuran ruang asal (jumlah komponen vektor masuk).
Materi ini mengacu pada Bab 5 buku Anton & Rorres (Eigenvalues and Eigenvectors).
Misalkan \(A\) adalah sebuah matriks persegi (jumlah baris sama dengan jumlah kolom).
Nilai eigen (eigenvalue) adalah sebuah angka istimewa (disebut \(\lambda\), dibaca "lambda") yang membuat persamaan berikut berlaku: matriks A dikali vektor x hasilnya sama dengan lambda dikali vektor x:
Dengan kata lain: ada beberapa vektor khusus yang ketika dikalikan dengan matriks A, arahnya tidak berubah โ hanya panjangnya yang berubah (diperbesar atau diperkecil) oleh faktor \(\lambda\). Vektor khusus yang tidak berubah arah ini disebut vektor eigen (eigenvector).
Contoh analogi: bayangkan sebuah cermin. Beberapa garis yang sejajar dengan cermin tidak berubah arah saat dicerminkan โ garis-garis itu seperti vektor eigen, dan faktor pengalinya adalah nilai eigen.
Untuk mencari nilai eigen, kita ubah persamaan menjadi bentuk yang lebih mudah dihitung. Caranya:
Persamaan yang dihasilkan (berupa polinomial dalam \(\lambda\)) disebut polinomial karakteristik.
Tentukan nilai eigen dari matriks \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\) (matriks 2ร2).
Langkah 1: Kurangkan \(\lambda\) dari diagonal utama: \(A - \lambda I = \begin{bmatrix} 2-\lambda & 1 \\ 1 & 2-\lambda \end{bmatrix}\).
Langkah 2: Hitung determinan. Untuk matriks 2ร2, \(\det = (\text{kiri-atas})(\text{kanan-bawah}) - (\text{kanan-atas})(\text{kiri-bawah})\).
\(\det = (2-\lambda)(2-\lambda) - (1)(1) = (2-\lambda)^2 - 1\).
Langkah 3: Sederhanakan: \((4 - 4\lambda + \lambda^2) - 1 = \lambda^2 - 4\lambda + 3\).
Langkah 4: Samakan dengan nol: \(\lambda^2 - 4\lambda + 3 = 0\).
Faktorkan: \((\lambda - 1)(\lambda - 3) = 0\).
Tentukan vektor eigen yang bersesuaian dengan \(\lambda = 3\) dari matriks \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\).
Langkah 1: Masukkan \(\lambda = 3\) ke \(A - \lambda I\): \(A - 3I = \begin{bmatrix} -1 & 1 \\ 1 & -1 \end{bmatrix}\). Kita cari vektor \(\vec{x}\) sehingga \((A - 3I)\vec{x} = \vec{0}\).
Langkah 2: Tulis sistem persamaan: \(-x + y = 0\) dan \(x - y = 0\). Keduanya memberikan \(x = y\).
Langkah 3: Ambil \(x = y = t\) (sebarang angka tak nol), maka vektor eigennya adalah \((t, t)\), atau kelipatan dari \((1, 1)\).
Nilai eigen dan vektor eigen digunakan dalam berbagai aplikasi penting, antara lain:
Materi ini mengacu pada Bab 6 buku Anton & Rorres (Orthogonality and Least Squares).
Dua vektor ortogonal jika hasil kali titiknya nol: \( \vec{u} \cdot \vec{v} = 0 \).
Sebuah himpunan vektor \( \{ \vec{v}_1, \vec{v}_2, \ldots, \vec{v}_n \} \) disebut ortogonal jika setiap pasang vektor yang berbeda saling ortogonal.
Jika setiap vektornya juga memiliki norma 1 (vektor satuan), himpunan tersebut disebut ortonormal.
Proyeksi ortogonal vektor \(\vec{u}\) pada vektor \(\vec{v}\) (dengan \(\vec{v} \neq \vec{0}\)) adalah:
Komponen \(\vec{u}\) yang tegak lurus terhadap \(\vec{v}\) adalah:
Diketahui \(\vec{u} = (3, 1)\) dan \(\vec{v} = (2, 2)\). Tentukan proyeksi \(\vec{u}\) pada \(\vec{v}\).
Langkah 1: Hitung \(\vec{u} \cdot \vec{v} = 3(2) + 1(2) = 6 + 2 = 8\)
Langkah 2: Hitung \(\vec{v} \cdot \vec{v} = 2(2) + 2(2) = 4 + 4 = 8\)
Langkah 3: \(\operatorname{proj}_{\vec{v}} \vec{u} = \frac{8}{8}(2, 2) = (2, 2)\)
Proses Gram-Schmidt mengubah basis sebarang menjadi basis ortonormal. Diberikan basis \(\{ \vec{u}_1, \vec{u}_2, \ldots, \vec{u}_n \}\):
Terakhir, normalisasi setiap \(\vec{v}_i\) dengan membaginya dengan normanya: \(\hat{v}_i = \frac{\vec{v}_i}{\|\vec{v}_i\|}\).
Terapkan Gram-Schmidt pada basis \(\{ \vec{u}_1 = (1, 1), \vec{u}_2 = (1, 0) \}\) di \(\mathbb{R}^2\).
Langkah 1: \(\vec{v}_1 = (1, 1)\)
Langkah 2: \(\operatorname{proj}_{\vec{v}_1} \vec{u}_2 = \frac{(1,0)\cdot(1,1)}{(1,1)\cdot(1,1)}(1,1) = \frac{1}{2}(1,1) = (\tfrac{1}{2}, \tfrac{1}{2})\)
\(\vec{v}_2 = (1,0) - (\tfrac{1}{2}, \tfrac{1}{2}) = (\tfrac{1}{2}, -\tfrac{1}{2})\)
Langkah 3: Normalisasi: \(\hat{v}_1 = \frac{1}{\sqrt{2}}(1,1)\), \(\hat{v}_2 = \frac{1}{\sqrt{2}}(1,-1)\)
Materi ini mengacu pada Bab 3 buku Anton & Rorres (Euclidean Vector Spaces) โ hasil kali silang dan garis/bidang dalam ruang.
Hasil kali silang dua vektor \(\vec{u} = (u_1, u_2, u_3)\) dan \(\vec{v} = (v_1, v_2, v_3)\) di \(\mathbb{R}^3\) adalah vektor yang tegak lurus terhadap keduanya:
Dapat dihitung dengan determinan:
Hitung \(\vec{u} \times \vec{v}\) untuk \(\vec{u} = (1, 2, 3)\) dan \(\vec{v} = (4, 5, 6)\).
\(\vec{u} \times \vec{v} = (2\cdot6 - 3\cdot5,\; 3\cdot4 - 1\cdot6,\; 1\cdot5 - 2\cdot4)\)
\(= (12 - 15,\; 12 - 6,\; 5 - 8) = (-3, 6, -3)\)
Garis yang melalui titik \(P_0(x_0, y_0, z_0)\) dengan vektor arah \(\vec{v} = (a, b, c)\):
Dalam bentuk parametrik:
Dalam bentuk simetris (jika \(a, b, c \neq 0\)):
Bidang yang melalui titik \(P_0(x_0, y_0, z_0)\) dengan vektor normal \(\vec{n} = (a, b, c)\):
Bentuk umum: \(ax + by + cz = d\).
Tentukan persamaan bidang yang melalui titik \(P(1, 2, 3)\) dengan vektor normal \(\vec{n} = (2, -1, 4)\).
\(2(x-1) - 1(y-2) + 4(z-3) = 0\)
\(2x - 2 - y + 2 + 4z - 12 = 0\)
\(2x - y + 4z = 12\)
Materi ini mengacu pada Bab 6 buku Anton & Rorres (Inner Product Spaces).
Hasil kali dalam pada ruang vektor \(V\) adalah fungsi yang memasangkan setiap pasang vektor \(\vec{u}, \vec{v} \in V\) dengan bilangan real \(\langle \vec{u}, \vec{v} \rangle\) yang memenuhi:
Norma (panjang) vektor \(\vec{v}\) didefinisikan sebagai:
Jarak antara dua vektor \(\vec{u}\) dan \(\vec{v}\):
Kosinus sudut \(\theta\) antara dua vektor tak-nol:
Dua vektor ortogonal jika \(\langle \vec{u}, \vec{v} \rangle = 0\), yaitu \(\theta = 90^\circ\).
Diketahui \(\vec{u} = (1, 2, 2)\) dan \(\vec{v} = (2, 1, 0)\). Hitung \(\langle \vec{u}, \vec{v} \rangle\), \(\|\vec{u}\|\), dan \(\|\vec{v}\|\).
Hasil kali dalam: \(\langle \vec{u}, \vec{v} \rangle = 1(2) + 2(1) + 2(0) = 2 + 2 + 0 = 4\)
Norma u: \(\|\vec{u}\| = \sqrt{1^2 + 2^2 + 2^2} = \sqrt{1 + 4 + 4} = \sqrt{9} = 3\)
Norma v: \(\|\vec{v}\| = \sqrt{2^2 + 1^2 + 0^2} = \sqrt{4 + 1 + 0} = \sqrt{5}\)
Untuk sebarang vektor \(\vec{u}, \vec{v}\) dalam ruang hasil kali dalam:
Kesetaraan terjadi jika dan hanya jika \(\vec{u}\) dan \(\vec{v}\) saling bergantung linear.
Materi ini mengacu pada Bab 5 buku Anton & Rorres (Diagonalization).
Matriks diagonal adalah matriks persegi yang semua elemen di luar diagonal utamanya nol:
Matriks persegi \(A\) berukuran \(n \times n\) dikatakan dapat didiagonalisasi jika terdapat matriks \(P\) yang dapat dibalik dan matriks diagonal \(D\) sehingga:
atau ekuivalen \(A = P D P^{-1}\).
Didiagonalisasi matriks \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\).
Langkah 1: Nilai eigen: \(\lambda = 1\) dan \(\lambda = 3\) (dari persamaan karakteristik \(\lambda^2 - 4\lambda + 3 = 0\)).
Langkah 2: Vektor eigen:
Untuk \(\lambda = 1\): \(\vec{v}_1 = \begin{bmatrix} 1 \\ -1 \end{bmatrix}\)
Untuk \(\lambda = 3\): \(\vec{v}_2 = \begin{bmatrix} 1 \\ 1 \end{bmatrix}\)
Langkah 3: \(P = \begin{bmatrix} 1 & 1 \\ -1 & 1 \end{bmatrix}\)
Langkah 4: \(D = \begin{bmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 3 \end{bmatrix}\)
Jika \(A = P D P^{-1}\), maka pangkat ke-k dari \(A\) dapat dihitung dengan mudah:
Karena \(D\) diagonal, maka \(D^k\) hanya menaikkan pangkat setiap elemen diagonalnya.
Hitung \(A^2\) untuk \(A = \begin{bmatrix} 2 & 1 \\ 1 & 2 \end{bmatrix}\) menggunakan diagonalisasi.
\(A^2 = P D^2 P^{-1}\) dengan \(D^2 = \begin{bmatrix} 1^2 & 0 \\ 0 & 3^2 \end{bmatrix} = \begin{bmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 9 \end{bmatrix}\)
\(A^2 = \begin{bmatrix} 1 & 1 \\ -1 & 1 \end{bmatrix}\begin{bmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 9 \end{bmatrix}\begin{bmatrix} 1 & 1 \\ -1 & 1 \end{bmatrix}^{-1}\)
Hasil akhir: \(A^2 = \begin{bmatrix} 5 & 4 \\ 4 & 5 \end{bmatrix}\)
Ringkasan menyeluruh seluruh materi Aljabar Linear untuk persiapan Ujian Akhir Semester (UAS).
| Blok | Minggu | Materi Utama |
|---|---|---|
| Blok 1 โ Matriks & SPL | 1โ7 | SPL, OBE, eliminasi Gauss, aljabar matriks, invers, determinan |
| Blok 2 โ Vektor & Ruang | 9โ12 | Vektor, norm, dot product, jarak, ortogonalitas, hasil kali silang, persamaan garis & bidang |
| Blok 3 โ Eigen | 13โ15 | Hasil kali dalam, nilai eigen, vektor eigen, diagonalisasi |
Selesaikan SPL berikut dengan eliminasi Gauss: \(x + 2y + z = 4\), \(2x + y - z = 1\), \(x - y + 2z = 3\).
Matriks diperbesar lalu OBE menghasilkan \(x = 1, y = 1, z = 1\).
Verifikasi: \(1 + 2(1) + 1 = 4\) โ, \(2(1) + 1 - 1 = 2\) โ, \(1 - 1 + 2(1) = 2\) โ
Diketahui \(\vec{u} = (1, 0, -1)\) dan \(\vec{v} = (0, 1, 2)\). Hitung \(\vec{u} \times \vec{v}\).
\(\vec{u} \times \vec{v} = (0\cdot2 - (-1)\cdot1,\; (-1)\cdot0 - 1\cdot2,\; 1\cdot1 - 0\cdot0)\)
\(= (0 + 1,\; 0 - 2,\; 1 - 0) = (1, -2, 1)\)
Tentukan nilai eigen dari \(A = \begin{bmatrix} 3 & 0 \\ 0 & 3 \end{bmatrix}\).
\(\det(A - \lambda I) = (3-\lambda)(3-\lambda) - 0 = (3-\lambda)^2 = 0\)
Jadi \(\lambda = 3\) (dengan multiplisitas 2).
Ujian Akhir Semester (UAS) Aljabar Linear โ Close everything.
| Topik | Bobot Estimasi | Yang Harus Dikuasai |
|---|---|---|
| SPL & Matriks | Sedang | Eliminasi Gauss, OBE, invers, determinan |
| Vektor & Ruang | Tinggi | Dot product, cross product, proyeksi, garis & bidang |
| Hasil Kali Dalam | Sedang | Norma, jarak, ortogonalitas, Cauchy-Schwarz |
| Eigen & Diagonalisasi | Tinggi | Nilai eigen, vektor eigen, diagonalisasi, pangkat matriks |
Semoga sukses! ๐๐